Close

DETEKSi,ONLINE.COM: Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Calvijn Simanjuntak berhasil mengungkap jaringan Narkoba Internasional dengan alur Malaysia-Pontianak-Jakarta.

Dari pengungkapan di Jakarta ini polisi berhasil mengamankan dua tersangka, SS dan ST.

Polisi perlihatkan barang bukti (foto:GF Hadi)

Dari tangan kedua pelaku Polisi mengamankan 1,2 Kg Sabu, 54 butir Ekstasi dan 135 butir Happy Five.

Namun yang lebih mengangetkan, ditemukan ekstasi merupakan jenis baru dengan sebutan ekstasi diamond alias ekstasi KW karena campuran yang dipakai memiliki bahan yang berbeda dengan ekstasi pada umumnya.

“Di temukan narkotika jenis baru. Metoxethamine (MXE) ‘Ekstasi Diamon’ sebanyak 9 ribu butir,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Prabowo dalam rilisnya, Senin (25/2/2019).

Ia mengungkapkan, narkoba jenis baru ini ditemukan di apartemen tersangka SS di salah satu apartemen di Kemayoran.

“Narkotika ini ditemukan tim saat pengembangan. Saat tersangka SS lakukan transaksi di salah parkiran satu Rumah Sakit. Setelah di situ dikembangkan di apartemen dan ditemukan narkotika ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan awalnya ekstasi diamond ini dikirim tersangka untuk orang yang memesan ekstasi. Tapi diretur karena memiliki rasa yang berbeda.

“Jadi awalnya ekstasi diamond ini dikirim tersangka tapi diretur karena katanya beda. Nah kita kirim ke Labfor dan memang benar kandungan ekstasi diamon ini beda dengan ekstasi,” ujar Calvijn.

Anggota Puslabfor Mabes Polri AKBP Jaswanto menjelaskan, pihaknya baru menemukan narkotika jenis ini. Ia menjelaskan ekstasi diamond adalah jenis narkoba berbentuk pil ekstasi berwarna cokelat muda berlambang diamond. Namun kadarnya bukanlah MDMA seperti yang ada di ekstasi.

“Jadi ekstasi diamond ini kandungannya bukan MDMA. Dia kandungannya ada 3. Pertama Metoxethamine (MXE) yang memang masuk narkotika golongan satu. Ada juga kandungan kafein dan ketamin. Jadi kandungamnya MXE, Kafein dan Ketamin,” ulas Jaswanto.

Dua Tersangka Masuk DPO

Saat ini polisi masih memburu dua pelaku lain, yaitu R yang saat ini diketahui berada di Pontianak. Sementara pelaku N berada di negeri Jiran, Malaysia.

“Dua tersangka lain sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka ada di dua lokasi berbeda, Pontianak dan Malaysia,” ungkap Calvijn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!