Close

LANGGUR, DETEKSIONLINE.COM – Sejak dilantiknya Bupati dan wakil bupati Maluku Tenggara target dari  program seratus hari kerja yang dilakukan Bupati Drs.H Mohamad Taher. Hanubun dan Wakil Bupati Ir.Petrus Beruatwarin M Si, terbilang sangat memuaskan

Kendati saat ini kendala yang dihadapi adalah  menyiapkan salah satu figur sekertaris daerah untuk menggantikan Jabatan Plt.Sekda Saat ini yang mana dalam waktu dekat jabatan ini akan berakhir kosong karena jabatan Plt sekda saat ini telah melewati ambang batas sesuai peraturan yang berlaku

Informasi yang didapat sejauh ini bupati Maluku tenggara belum mengusulkan nama-nama pengganti sekertaris daerah, kepada menteri dalam negeri, hal tersebut disampaikan Hendrik Watubun salah satu tokoh pemuda kei besar saat di temui di Langgur 20/02/19

Jelas terlihat penyebab utama adalah dalam Pemerintahan saat ini berjalan tidak optimal dimana seluruh perangkat kerja pemerintah daerah tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, ini semua adalah bukti dari kinerja mereka yang tidak memuaskan publik dan terkesan asal bapak senang hal ini tentu sangat menggangu berjalannya stabilitas ekonomi dimasyarakat dan pembangunan di daerah ini,

Watubun menegaskan agar pemerintah daerah secepatnnya mengambil langkah agar mengusulkan siapa yang akan duduk di kursi jabatan Pembina kepegawaian di Maluku tenggara tersebut agar sekertaris daerah selaku kuasa pengguna anggaran bisa bertanggung jawab penuh kepada program program kerja bupati dan wakil bupati sesuai visi misi yang di janjjikan kepada masyarakat

“ jabatan Plt sekda sesuai aturan maksimal tiga bulan lamanya menjalankan tugas dan fungsinya dalam membantu bupati dan wakil bupati sambil menunggu Bupati dan Wakil bupati menyiapkan nama – nama yang akan diusulkan kepada menteri dalam negeri untuk menetukan siapa pengganti Plt sekda saat ini yang telah memasuki usia pension,” ucap watubun

Watubun mengingatkan, Pemerintah daerah jangan salah kaprah karena jabatan Plt sekda saat ini telah melewati batas waktu, dimana jabatan Plt Sekda saat ini telah melewati masa tiga bulan sejak dilantiknya sebagai Pelaksana Tugas dan ini telah menyalahi aturan sesuai peraturan menteri dalam negeri

Olehnya itu watubun meminta agar pemerintah daerah secepatnya menyiapakan siapa figur yang bisa diandalkan sesuai criteria untuk di usulkan secepat mungkin, dan figure yang nantinya diusulkan kedepan harus bersinergi dalam membantu dan mengelola program kerja dari bupati  dan wakil bupati terpilih saat ini

Selain itu dalam emerintahan saat ini watubun menilai masih saja kelapa dinas yang suka mencampouri urusan pejabat dan perangkat desa yang seharusnya tidak dilakukannya, ini merupakan tindakan diskriminasi terhadap pemerintahan desa dan harus dievaluasi kinerja dari beberpara oknum kepala dinas yang nakal dan tidak professional dalam menjalankan tugas dan fungsi kerjannya sebagai tenaga teknis dalam membantu pemerintahan yang baru saat ini.

Bupati dan wakil bupati perlu untuk mengevaluasi seluruh kinerja perangkat daerah yang dinilai tidak loyal dan kinerjanya buruk agar segera di copot dari jabatannya dan digantikan dengan mereka yang dianggap mampu mengelola anggaran sebaik mungkin untuk kesejateraan masyarakat di bumi lavur ngabal.

Harapannya agar dalam roda pemerintahan ini, seluruh visi dan misi yang disampaikan pada pilkada lalu dapat terjawab melalui program kerja dari seluruh kinerja perangkat daerah nantinya. [Paet]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!