Close

PANGKALPINANG,DETEKSIONLINE.COM: Nama istri Bupati Bangka Selatan EJN diduga terseret dalam pusaran kasus tindak pidana korupsi  belanja makan minum pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta anggaran belanja makan minum kegiatan fasilitas kelancaran tugas bupati dan wakil bupati tahun 2017 yang telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1.683.570.735.

Disebutkan jika aliran dana itu mengalir kepada istri Bupati Basel EJN berupa uang tunai dengan kisaran Puluhan Juta perbulan. Dugaannya uang tunai yang diterima EJN tidak dapat dipertangung jawabkan.

“Dia (istri) Bupati bernama EJN menerima aliran dana mamin secara tunai tiap bulannya. Duit bulanan itu memang tidak ada laporan pertanggungjawaban. Nanti kalau mau terkuak pas dalam persidangan. Itu juga kalau mantan Sekda yang sudah dijebloskan ke penjara, Suwandi mau ‘bernyanyi’, ” ujar sumber wartawan yang dipercaya.

Disebutkannya, jika hal ini terungkap di pengadilan maka EJN ini akan terpenjara.

“Yakin hal ini akan membawa istri Bupati ini terpenjara,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Aditya Warman menegaskan akan segera mengecek soal dugaan adanya keterlibatan istri Bupati Basel.

” Nanti saya akan cek. Kemarin kan sudah demo dan ada informasi masuk yang mengatakan seperti itu. Kita selidiki dulu, ” tegas Aditya Warman, Rabu (20/02/2019) dihubungi melalui ponselnya.

Terpisah, EJN yang disebut menerima aliran dana saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya tidak diangkat. Begitu juga ketika dikirim pesan whatsapp tidak dibalas meskipun tengah online.

Sebelumnya, sebanyak 30 orang yang tergabung dalam LSM GIPSI mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejari) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (19/2/2019).

Kedatangan LSM GIPSI ini mendesakm untuk mengusut keterlibatan istri Bupati Basel, EJN dan istri Wakil Bupati Basel EH terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi anggaran belanja makanan dan minuman kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta anggaran belanja Mamin pada kegiatan fasilitasi kelancaran tugas Bupati dan Wakil Bupati Basel tahun 2017.

Dalam tuntutannya mereka mempertanyakan kembali kepada pihak Kejati Babel tentang sejauh mana proses hukum kerugian Negara sebesar Rp 1.683.570.735 miliar yang sudah diduga kuat melibatkan istri Bupati dan istri Wakil Bupati Basel dalam kasus tipikor pengadaan makan minum Pemkab Basel yang saat ini ditangani Kejari Basel.

“Kedatangan kami ke Kejati Babel ingin menanyakan sejauh mana keterlibatan istri Bupati dan istri Wakil Bupati. Kami mendukung Kejati untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas,” tegas Rego, koordinator LSM GIPSI, Rego Aprianto.(rom)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!