Close

PETALING, BABEL,DETEKSIONLINE- Kisruh sengketa lahan yang menyeret permasalahan bagi empat dusun di Desa Mendo, makin mencekam. Dan perlu mendapatkan atensi khusus dari aparat keamanan setempat.

Pasalnya, baru saja informasi masuk ke redaksi yang menyebutkan adanya ancaman. Berupa ‘tekanan verbal’ dari salah satu makelar tanah pada warga setempat, Senin (11/02).

“Iya memang pagi ini ada mediasi pak, warga empat dusun akan bertemu dengan para terduga oknum makelar tanah. Dimediasi oleh pihak kepolisian (Polsek Mendo Barat).

Dengan agenda, warga menuntut lahan desa dikembalikan pada peruntukannya. Tapi semalam, setelah berita di salah satu media menjadi viral, saya mendapatkan tekanan secara lisan dari salah satu makelar tanah pak,” kata warga lewat sambungan telepon yang diterima oleh salah satu wartawan, Senin pagi 11/02.

Ia melanjutkan, bahwa dirinya bersama warga yang lain sebenarnya berulang kali melaporkan kejadian pengancaman ini pada pihak desa Mendo Barat. Namun karena domisili sama-sama satu kampung. Maka kejadian seperti tadi, dianggap pihak aparat desa hanya riak kecil dalam hidup bermasyarakat disana.

“Sudah pak, sudah saya lapor pada teman-teman yang lain. Termasuk pihak aparat desa. Tapi mereka justru semakin berani. Bahkan pagi tadi, mereka sempat berujar, mereka siap masuk penjara tapi awas kamu,” keluh warga lagi.

Diketahui sebelumnya, diduga telah terjadi kasus penyerobotan lahan oleh orang yang diduga mengaku ‘makelar’ tanah di Desa Mendo  kecamatan Mendo Barat kabupaten Bangka Induk, P4ovinsi Bangka Belitung ( Babel ).

Informasi yang masuk ke redaksi, juga terjadi dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan tanah. Hal ini menurut informasi dilakukan secara terorganisir dan melibatkan mafia tanah yang kerap dipanggil penduduk setempat dengan sebutan ‘makelar’

“Iya modusnya mereka memang mengumpulkan E-KTP warga kemudian setelah dirasa cukup maka mereka secara sepihak langsung melakukan proses jual beli di tempat tanpa diketahui oleh perangkat desa,” kata salah satu Kadus desa Mendo, saat diwawancara via sambungan ponsel, Minggu sore (10/02)

Ia menambahkan, bahwa kejadian ini merupakan satu rangkaian. Setelah terjadi sebelumnya di desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, di tahun 2017 yang lalu.

“Iya orangnya sama pak, boss Ab asal desa Rebo. Lahan yang bersengketa terletak di perbatasan desa Mendo dengan desa Rukam dan desa Mendo dengan desa Petaling. Kalau untuk luasnya lebih kurang ada sekitar 200-an hektar lahan yang sudah pindah tangan secara sepihak. Karena perangkat desa seperti Kades, Sekdes, BPD dan para Kadus setempat tidak dilibatkan sama sekali, mereka hanya menggunakan para makelar saja,” ungkapnya lagi.

Keterangan ini juga ditambahkan oleh salah seorang warga lainnya, sebut saja pak M. Ia mengisahkan pihaknya sebagai warga desa sudah sangat jengah dengan kelakuan para makelar tanah. Yang dianggapnya telah memprovokasi warga setempat.

“Dengan iming-iming uang tunai atau cash langsung di tempat, mereka pengaruhi warga sekitar untuk dikumpulkan E-KTP dan tanda tangan sebagai tanda persetujuan lahan kosong di perbatasan desa pindah tangan,”kata dia.

Ia juga berpesan pada awak media, agar berhati-hati dalam memuat berita terkait penyerobotan lahan tersebut. Sebab, ia menyebutkan bahwa boss ini diduga punya beking sangat kuat. Dan sudah sering terlontar ucapan bahwa ‘soal surat semuanya bisa diatur’

“Iya hati-hati pak, ini orang kuat katanya. Bahkan saya dapat info dia dibekingi bintang tiga dari salah satu institusi keamanan. Jangan lengah ya pak,” ujarnya hati-hati..(man).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!