Didit Sebut Pengiriman Zirkon Keluar Sebelum Adanya Pergub Adalah Ilegal

PANGKALPINANG,DETEKSIONLINE.COM-Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Sri Gusjaya menyebut, pengirim mineral ikutan Zircon ke luar provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelum diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) dinilai tidak resmi. Karena Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan Timah baru disetujui.

“Perda baru disahkan 23 Januari 2019, Perda ini belum disosialisasi, Pergubnya juga belum ada. Jadi saya tegaskan sampai sekarang pengiriman mineral ikutan ini seperti Zirkon ini masih ilegal. Yang kemarin itu juga ilegal,” ujar Didit Srigusjaya, Rabu (6/2/2019) kemarin di kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menjawab pertanyaan media.

Didit katakan lagi bahwa “Perda itu dibuat agar usaha dan investasi mineral ikutan ada kepastian hukum. Hasilnya untuk menambah PAD bagi daerah dan juga bagi masyarakat pada umumnya. Akan tetapi bila perda mineral ikutan Timah belum ada Pergubnya, Belum ada petunjuk teknis atau pelaksaaan teknis, aturan pelaksanaan Perda itu adalah Pergub,” kata Didit.

Selain itu Didit juga mengungkapkan  saat rapat dirinya sempat dihubungi pengusaha Zirkon yang mengatakan DPRD Babel telah menghambat investasi di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun hal ini dibantah Didit. Dia mengatakan meski Perda mineral ikutan sudah disahkan, pengusaha mineral Zirkon dan ikutannya belum bisa mengirim keluar, karena harus melalui tahapan lainnya, yakni sosialisasi dan menunggu aturan teknis yakni Peraturan Gubernur.

” Sewaktu kami rapat, saya sempat dihubungi oleh salah seorang pengusaha Zirkon yang menuding bahwa DPRD Babel menghambat investasi di Babel, namun itu saya bantah dan saya jelaskan semestinya barang dikirim setelah ada perdanya, ada tahapan-tahapannya, ada sosialisasinya dan harus menunggu aturan teknis yakni Peraturan Gunernur,” terang Didit.

Diketahui sebelumnya bahwa ada Tongkang Ocean II yang mengangkut 2.500 ton Zirkon atau mineral ikutan lainnya ditarik Tugboat Puspa Bahari yang bertolak dari pelabuhan khusus di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka menuju Pangkalan Bun, Kalimantan.

Saat berlayar di perairan Serdang Belitung Timur, Tugboat penarik tongkang diterjang badai dan Tongkang mengalami kebocoran dan sempat kandas.

Sementara itu dalam rapat dengar pendapat di gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/2/2019), selain Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Sri Gusjaya, dihadiri juga Wakil Ketua DPRD Babel, Dedy Yulianto beserta anggota DPRD Babel lainnya. Sementara pihak eksekutif dihadiri oleh Kadis ESDM Babel, Suranto beserta staf, Perwakilan Biro Hukum Provinsi Babel dan  Direktur Kriminial Khusus (Dirkrimsus) Polda Babel, Kombes Mukti Juharsa beserta anggotanya..(man).

Leave a Reply