Close

Sidang penipuan kredit fiktif Pajero Sport Rabu (6/2/2019)

SIDOARJO,DETEKAIONLINE.COM: -Naas menimpa Inuk Wahyuti, kini harus diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (6/2/2019) dalam kasus penipuan. Perempuan asal Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo tersebut juga harus mendekam dibalik jeruji Lapas Delta Sidoarjo.

Pasalnya,semenjak terungkapnya kasus penipuan perempuan berusia 42 tahun itu berawal dari kredit macet mobil Pajero Sport yang diajukan oleh terdakwa.Walaupun faktanya mobil itu digunakan dan dilarikan oleh Hari, temannya yang kini menjadi DPO polisi.

Diketahui kredit mobil yang dicicil selama 48 bulan dengan cicilan perbulan Rp. 12,5 juta itu hanya dibayar sebanyak dua kali.Sedangkan pada cicilan pembayaran ketiga, terdakwa tidak bisa membayar, sehingga pihak kolektor dari Adira melakukan penagihan berkali-kali.

“Ketika kami tagih pembayaran, ia (terdakwa.red) mengaku tidak punya uang dan mobilnya sudah dibawa Hari,”terang Tri Maryono.

“Menurutnya terdakwa mengaku katanya hanya digunakan nama kredit saja,” kata Tri Maryono, saksi dari Adira Finance ketika memberikan kesaksian dalam peraidangan.

Mengetahahui kejadiannya seperti itu, saksi yang juga bertindak sebagai pelapor itu memutuskan untuk melapor ke kepolisian atas tuduhan penipuan.

“Kami langsung lapor,” urai saksi dihadapan Ketua Majelis Hakim Ridwantoro Rabu (6/2/2019).

Lebih lanjut dalam pelaporan tersebut pihaknya baru mengetahui ada administrasi yang tidak sesuai fakta. Seharusnya dalam syarat administrasi yaitu KTP, KK, NPWP dan PBB itu ternyata orang yang selama ini bersanding dengan terdakwa yang bukan suaminya bernama Darmaji, melainkan Hari,hal itu terungkap ketika di kepolisian

Saksi lain Aldilah Maulana, tim survei Adira Finance juga membenarkan bahwa laki-laki yang diakui oleh terdakwa suaminya merupakan pria lain.

“Ternyata identitas nama Darmaji itu namanya Hari. Saya juga baru tau ketika di kepolisian,” terang saksi.

Sedangkan suami terdakwa, Darmaji, yang juga dihadirkan sebagai saksi mengaku bahwa dirinya tidak pernah bersama istrinya mengajukan kredit mobil Pajero Sport dan sempat terkejut.

“Tidak pernah. Mobil itu juga tidak pernah ada di rumah. Saya juga tidak pernah memberikan KTP,” akunya. Ia menuding bila KTP itu diambil istrinya secara diam-diam. “kata Darmaji.

“Saya gak pernah cek dompet. KTP saya itu selalu ada di dompet dan saya jarang liat dompet,” ungkapnya.

Pria yang bekerja di proyek tol salah satu milik BUMN itu itu mengaku kaget ketika ada yang menagih ke rumahnya soal cicilan mobil Pajero Sport itu.

“Saya kaget karena istri juga tidak cerita. Saya sempat tanya ke dia (istri), membenarkan kejadian itu katanya kena gendam. Saya waktu itu marah, pusing lalu saya ditinggal ngopi agar tenang,” beber Darmaji.

Bukan hanya sampai disitu, Darmaji mengaku sempat mencari orang pintar (dukun) untuk mencari keberadaan mobil tersebut.

Namun demikian, atas perbuatannya itu terdakwa didakwa melanggar pasal 378 KUH Pidana, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (wan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!