Partai Berkarya Akan Kembalikan GBHN Sebagai Penentu Arah Kebijakan Negara

JAKARTA, DETEKSIONLIN.COM: Dalam bincang-bincang politik antara Ketua Umum LSM Gerakan Bagimu Negeri (GBN) H.Yitno,SH.,atau yang akrab disapa Jaka Koboy dengan Aris  Caleg DPRD Bekasi Dapil IV dan Indirayani Kostiningtyas,SE.Caleg DPR-RI Dapil Jabar 7 dari Partai Berkarya no urut 1 terungkap bahwa Partai Berkarya bertekad mengembalikan GBHN sebagai penentu arah kebijakan negara.

Pada era pemerintahan Soeharto, pembangunan negara dan arah kebijakan negara mempunyai tolok ukur yang jelas dan memiliki target-target pencapaian yang tepat dan terukur.

Partai Berkarya juga akan mengembalikan UUD 45 yang asli menjadi sumber atau dasar peraturan di negara Indonesia,ini terungkap saat Ketum GBN,Jaka Koboy,meminta komitmen partai Tomy Soeharto terkait UUD 45 yang sudah diamandemen apakah perlu UUD 45 ini kembali pada yang aslinya.

Indira juga mengaku prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. “Sebagai anak bangsa,kami sangat prihatin dengan kondisi Bangsa Indonesia yang arah pembangunan dan kebijakannya tidak terukur dan terencana dengan baik,ini dikarenakan tidak adanya GBHN dan Repelita sebagaimana di era pemerintahan Soeharto,sebuah negara harus mempunyai progres yang jelas,tepat,terencana dan terukur,sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap program tersebut,inilah yang hilang dari Sistim pemerintahan sekarang,”tegas Indira Senin 28/01/19 di Hotel Crown Jakarta

Apa komentar Indira terkait opini publik bahwa “politik itu kotor”,kepada wartawan Indira menyatakan tidak setuju jika politik itu kotor,semua profesi itu tergantung pada si pelakunya.”Politik itu indah,damai dan menyenangkan,” katanya.

Indira juga menyinggung terkait mindset masyarakat yang pragmatis dalam mensikapi politik,politisi dari Partai Berkarya ini menuturkan,memang sangat sulit merubah mindset atau budaya masyarakat yang pragmatis dalam mensikapi pemilu.

“Memang kami selalu dihadapkan dengan masyarakat yang seperti itu,tapi dengan semangat partai yang ditekankan oleh Ketua Umum kami Tomy Soeharto bahwa Partai Berkarya itu harus bisa menciptakan budaya politik yang bersih dari politik transaksional dan politik uang,kami optimis dapat merubah budaya,mindset masyarakat yang pragmatis menyikapi pemilu,caranya kami selalu membuka wawasan kebangsaan dalam setiap pertemuan dengan masyarakat,” erangnya.

Menanggapi opini publik bahwa Berkarya ini merupakan kebangkitan kembali orde baru,Indira secara implisit mengatakan,bahwa:ada kekecewaan dari para pendiri partai Golkar terkait tujuan atau visi misi partai yang sudah sedikit melenceng dari relnya,maka Berkarya akan mengembalikan program triologi pembangunan yang dahulu menjadi filosofi membangun Indonesia dan berhasil,GBHN dan Repelita yang menurut kami ini kunci keberhasilan sebuah negara.

“Bagaimana bisa negara sebesar Indonesia ini tidak memiliki Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan rencana pembangunan lima tahunan (Repelita),oleh karena itu,Partai Berkarya bertekad mengembalikan GBHN dan Repelita didalam membangun Indonesia yang Maju,Adil dan Makmur,”ungkapnya

“Sebagai orang yang memiliki background sekretaris selama 24 th,saya mempunyai pengalaman managerial,namun ternyata memenej perusahaan itu sangat berbeda dengan memenej politik,tapi ini sebuah konsekuensi dan amanah dari Ketum Partai yang harus saya emban,tugas saya adalah mengenalkan Partai Berkarya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia,”tandas Wasekjend Partai Berkarya ini

“Visi Misi saya kedepan adalah:bekerja nyata dan berkarya nyata untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas Indira optimistis. (ruk/dar)

Leave a Reply