Close

Komandan Skuadron 200 foto dicdepan pesawat Baron g58 pesawat latih milik Skuadron 200 bersama wartawan.

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM –  Puspenerbal memiliki Wing udara  1 di Tanjung Pinang dan Wing Udara 2 di Juanda.Khususnya Wing udara 2 terdiri dari beberapa skuadron ,di antaranya skuadron udara 200,skuadron  400,skuadron 600 dan skuadron  800 yang memiliki tugas pokok masing-masing.

Diketahui yang sangat berperan dalam penerbangan di TNI AL yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan di bidang latihan-latihan individu pengawak pesud Wing Udara 2 adalah skuaron 200.

Komandan Skuadron 200  Mayor Mohamad Zuchri kepada deteksi usai terbang bersama heli latih jenis Colibri Jumat (25/1/2019)mengatakan dalam rangka meningkatkan kualifikasi personel baik air crew maupun ground crew,sebagai dasar dalam melaksanakan tugas-tugas di skuadron udara, sesuai asas jenis pesudnya.

“Selain tugas latihan terbang juga melaksanakan latihan dalam dinas (LDD) yang berkaitan dengan 6 fungsi pokok penerbangan. Operator radar patmar,Patroli udara maritim,Lambangja,Load master/ juru muat, Pengendalian lalu lintas udara dan  Crm,serta Sar juga  Pmk,” beber Zuchri

Di samping tugas tersebut ron 200 juga mendukung tugas sekolah penerbang AL Kodiklatal dalam mencetak penerbang pada fase latihan praktek terbang mula dengan pesawat Tobago. Dan latih dasar dengan pesawat udara (Pesud) fixed wing Bonanza G36 untuk Rotary Heli Colibri EC120b,tegas Komandan Skuadron yang ramah kepada wartawan tersebut.

Lebih jauh Zuchri memaparkan dalam melaksanakan giat latihan banyak materi yang harus dikuasai oleh seorang penerbang TNI AL. Dimana harus menguasai take off landing pesawat latih mula secara sendiri atau terbang solo dengan beberapa emergency landing.  Materi Basick instrumen, Radio instrumen, terbang malam,navigasi jarak jauh,manouver manouver di area serta formasi.

Selanjutnya akan memasuki Latih dasar. Untuk helikopter colibri ec 120b akan mulai dengan materi hovering, take off landing normal sampai emergency authorotasi (street auto, 180 autho dan 360 auto), confine area, pinnacle, take off landing di Kapal perang, instrumen, terbang malam, formasi, navigasi urai sang Komandan.

Dengan Prodik 18 bulan  Jam terbang minimal 150 JT dengan semua materi terkuasai siswa dinyatakan lulus sebagai penerbang.Untuk selanjutnya ditempatkan di satuan operasional namun harus terlebih dahulu mengikuti Conversi terhadap pesud yang akan diawakinya utuk menjadi seorang penerbang berkwalifikasi Co.Pilot. Dan begitu seterusnya kejenjang Captain pilot hingga instruktur terbang. Giat tersebut akan dilaksanakan di Skuadron 200 yang bekerja sama dengan  Kolat Puspenerbal.

Zuchri menambahkan di skuadron 200 memiliki pesawat udara jenis Tampico tb9, Tobago tb10, Bonanza g36,dan  Baron g58 serta  Helikopter colibri ec120b.

Ditanya mengenai kendala dalam latihan terbang,Zuchri menjawab,kendala ngajari siswa yakni menghadapi siswa yang stresan, takut ketinggian, action delay, siswa pendiam yang punya sifat pasrah. ” Itu kendalanya,” ujar perwira dengan melati satu dipundak tersebut sambil tersenyum.

“Perlu diingat angkasa itu luas tapi tidak ada tempat untuk berbuat salah,karena kesalahan pertama adalah kesalahan terakhir,”tegasnya.

Sementara dua wartawan yang ikut dalam latihan terbang Lutfi dan Tama dari Kepala Biro media Amunisi mengatakan sangat senang sekali.Ini suatu kehormatan bagi kita wartawan  Sidoarjo bisa diajak komandan terbang.”Eelain mendapatkan pelajaran/edukasi tentang setiap jenis Heli yang memiliki fungsi tugas masing-masing juga menambah pengalaman yang baru,” ujar Tama.wan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!