Tak Boleh Gunakan Dana Desa untuk Perbaiki, Kondisi Kantor Desa Kebakalan Memprihatinkan

  • Share

Kepala Desa Kebakalan Sariyaningsih menunjukan kantor Desa Kebakalan yang atapnya terlalu rendah dan pecah-pecah,bocor ,lantai masih sertu Selasa (22/1/2019)

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM : Kondisi bangunan kantor Desa Kebakalan Kecamatan Porong sangat memprihatinkan dan dikeluhkan warga masyarakat.

Hal ini dikarenakan keadaan bangunan desa yang becek terlihat di aula (pendopo) desa belum berlantai masih terdapat urugan sertu. Atap gedung juga tingginya menyamai orang dewasa.Hal ini kerap kali menyebabkan masyarakat atau tamu terbentur.Keadaan tersebut akibat macetnya(terhenti) pembangunan renovasi kantor desa karena kebijakan penggunanaan dana desa regulasinya bertentangan dengan Undang-undang (dilarang).

Kepala Desa Kebakalan kecamatan Porong Sariyaningsih,SE,kepada wartawan saat  dikonfirmasi tentang kondisi kantor desa yang memprihatinkan Selasa (22/1/2019) mengatakan pastinya tidak nyaman bagi masyarakat.

‘’Pembangunan sebetulnya sudah ada,namun terkendala dengan aturan atau UU tidak boleh menggunakan dana desa. Terus kita mau menggunakan anggaran apa.?? kalau tidak  mengajukan pengajuan dahulu atau proposal ke Pemkab (Bupati),’’tegas Sariyaningsih.

Kades  berharap dalam memberikan pelayanan bisa semaksimal mungkin kepada masyarakat ,khususnya warga desa Kebakalan kec.Porong dengan nyaman.Untuk itu Pemkab hendaknya memberikan solusi jalan keluar nya terkait kondisi balai desa Kebakalan yang memprihatinkan.

Sementara Camat Porong Murtadho,S.Sos.MM saat dikonfirmasi deteksi Selasa (22/1/2019) menjelaskan terkait pembangunan desa yang  tidak boleh menggunakan dana desa kemaren, dua tahun ini kan tidak boleh UU yang desa tertinggal  yang tidak  di perkenankan. “Tapi pada tahun ini di
perkenankan di aturan Perbub 72 tahun. 2018.di perkenankan  dengan catatan secara prioritas kemudian di perdeskan. Memang 2 tahun yang lalu digunakan  untuk  infrastuktur untuk  paving, saluran, got, dan berbagai macam. Termasuk juga pemberdaya masyarakat.Tapi terkait dengan desa Kebakalan sangat memprihatinkan,” ujarnya..

Lebih jauh Murtadho mengatakan,sebetulnya ada juga desa yang balai desa yang  belum  direhab. Untuk lurah Kebakalan sering menyampaikan tentang kondisi  balai desa Kebakalan  pada tahun 2017 juga 2018,karena terbentur aturan maka tidak bisa berbuat banyak.

Sebenarnya, katamnya,  perlunya dan sangat pentingnya kenyamanan pelayanan kantor desa diwilayahnya harusnya bisa dibangun lebih baik dengan menggunakan dana desa berpedoman dan acuan Perbub 72 tahun 2018.Yang mana hal itu juga dijellaskan dalam Bab IV Kewenngan lokal berskala Desa pasal 2  ayat(butir)c.Pembangunan dan pemeliharaan kantor dan balai desa.

Murtadhlo menambahkan tidak hanya itu saja,penggunanaan dana desa juga mengacu pada Bab V tetntang Pelaksanaan Kewenangan Desa pasal 1 . “Pemerintah desa menetapkan peraturan desa tentang kewenangan desa berdasar hak asal usul dan kewenangan local berskala desa,maksudnya terlebih dahulu membuat perdes,” imbuh Murtadho.

‘’Karena sebagai pejabat  harus patuh pada aturan, baik aturan pusat sampai aturan daerah. Tapi pada tahun ini ada pelimpahan kewenangan itu sesuai perbub, 72 tahun 2018 itu masih ada celah bisa dengan  catatan harus di perdeskan, dibicarakan  sama lembaga terkait termasuk BPD dan harus juga swakelola tidak boleh yang lainnya.

Saya sebagai camat Porong berharap pembangunan  itu harus segera terealisasikan karena  di butuhkan,dan pembangunan  yang lainnya semua itu Insyaallah sudah selesai  semua,” tutupnya.

Salah satu warga desa Kebakalan kec.Porong yang juga kepala Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Kebakalan Drs.Makhsunnah, kepada wartawan mengatakan sangat terganggu apalagi bocor ,becek genangan air terlihat.Karena itu digunakan untuk upacara dan bermain anak TK.Saya sudah MoU dengan pihak desa jadi bisa digunakan untuk kegiatan anak TK.Dengan kondisi seperti ini mengkhawatirkan takut jatuh,katanya.
Kami berharap agar balai desa ini segera terealisasi dibangun dan segera bisa lebih baik dari seperti saat ini yang kondisinya memprihatinkan, apalagi digunakan anak-anak TK ujar (wan)

 

 763 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *