Sebelas Raja Nusantara Bertandang dan Menobatkan Gelar Pangeran Wira Mandala Danpuspenerbal

  • Share

Kunjungan Sebelas Raja-rajaNusantar ke Puspenerbal Juanda Jumat (18/1/2019)

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM;- . Danpuspenbal Juanda mendapat kunjungan kehormatan raja-raja Jumat (18/1/2019),khususnya Sebelas Raja Nusantara didampingi petinggi kerajaan.Kunjungan tersebut ingin menjaga tali silaturahim dengan Puspenerbal karena sudah mengenal sosok Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setyawan S.H.

Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja SetyawanS.H kepada wartawan Jumat (18/1/2019)mengatakan sebetulnya ini
bukan dalam rangka khusus atas kedatangan raja-raja di Lanudal hanya silaturahmi, terkait dengan  kegiatan yang ada di mereka ,yaitu kaitannya dengan yayasan raja-raja Sultan Nusantara.

“Kemudian  kami karena ada salah satu kerabat dari kesultanan sehingga mengundang beliau-beliau ke tempat kami untuk melihat dan kami juga ingin menginpirasikan,” ujar Danpuspenerbal.

‘’Saya juga sebagai masyarakat juga harus melestarikan budaya, karena raja-raja tersebut juga ikut melestarikan budaya kearifan lokal sejak dahulu,dan saya bangga sebelas kerajaan bisa hadir disini,” ucap Dwika.

Dengan penobatan yang saya terima yakni gelar Pangeran Wira Mandala,pastinya ini merupakan sesuatu yang sangat  berat dari mereka. “Karena jujur saya juga sudah mendapatkan dari11 raja dari Kalimantan Barat, artinya mereka  memberikan  suatu kepercayaan  kepada saya,untuk melestarikan budayanya Indonesia ini. Jadi saya pastinya merasa bangga kepada penyempatan ini tapi merupakan suatu cambuk bagi saya, bagaimana saya untuk terus lebih bertanggung jawab,” tegas Dwika.

“Pastinya harapan saya pada masyarakat kita, tolong kita harus bangga dengan  budaya kita ini. Karena  apapun secara itu pernah menorehkan tentang nusantara  kita ini,” tutup Danpuspenerbal.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin,Sultan Palembang Darussalam saat kunjungan ke Lanudal mengatakan, dia selaku ketua Dewan Agung Majelis Raja Sultan sudah mengenal sosok Laksamana Pertama Dwika sangat dekat dan  perhatian nasib kerajaan Kesultanan keraton maupun pesisir.

Abad ketujuh itu kita sudah mengenal pelayaran melaui kapal kecil. Kita sudah mengenal NKRI terbentuk bahwa kami ada seblum NKRI ini ada(kamu ada istilahnya),dan kamu ada karena kami akui ada,dan tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui tatanan nilai adat yang terbentuk.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang juga menjabat ketua umum Yayasan Raja Sultan Nusantara(Yarasutra,Dewan Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Mars Indonesia),Ketua Dewan Pendiri Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN) dan Panglima Besar Barisan Adat Sultan Nusantara (Baranusa)tersebut.

Karena untuk itu Negara yang besar adalah Negara yang tidak melupakan sejarah atau pahlawannya’’Disini saya menilai bagaimana sikap generasi muda untuk dapat membelabNegara ,bagaimana sikap generasi muda semangat kesetia kawanan,kegotong royongan semangat bela negaranya yang sangat diperlukan.Sebab saya lihat sangat genting daripada nilai–nilai kemanusian karena pengaruh media-media cetak,online dan dunia global (internet),” terang Sultan Iskandar Mahmud Jumat (18/1/2019).

Dia tidak ingin seperti Negara Suriah,Negara Yaman dan kecurangan sering terjadi,bahkan perang saudara.

Hadir diantaranya Sebelas raja yakni,Yang Mulia Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin,Yang Mulia Ir.H.Uray Agus Karnajaya,Yang Mulia H,Rudiyansyah,Yang Mulia Misni Safari,Yang Mulia Ir.Bambang Sigit,Yang Mulia Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib,dan Yang Mulia Raden Ali Sodik.Hadir juga para perwira menengah dan komandan dilingkungan Puspenerbal beserta staf jajaran kunjungan berlanjutenyaksikan pesawat tempur milik Skuadron 800 dan Skuadron 200. (Wan)

 1,956 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *