Close

Danlanudal Juanda Kolonel Laut (P)Bayu Ali Syahbana dan beberapa undangan saat rilis penggagalan Benur Lobster di Mako Lanudal Jumat (18/1/2019)

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM – Satuan tugas pengamanan Bandara Internasional Juanda (Satgaspam TNI AL) bersama-sama Aviation Security (Avsec) Angkasa
pura 1 Juanda,kembali berhasil membekuk pelaku penyelundupan Benur Lobster lewat Bandara Juanda.Rabu(17/1/19) dini hari.

 

petugas Aviation  Security(Avsec)Angkasa pura berhasil mendeteksi barang milik salah seorang calon penumpang pesawat China Airlines dengan inisial EK,yang saat itu barang tersebut sedang melewati pemeriksaan Walk ThoughMetal Detector (WTMD).

Danlanudal Juanda Kolonel Laut (P)Bayu Alisyahbana memaparkan  Dihadapan wartawan,awalnya pada monitor layar XRey,petugas mencurigai bahwa terdapat sebuah koper yang berisikan benda mencurigakan.Kemudian barang itu di amankan dan di tanya kepada pemiliknya saudara EK. “Namun yang bersangkutan tidak dapat menjawab dengan tegas serta kebingungan atas isi barang tersebut.Kemudian disaat petugas hendak melakukan pemeriksaan terhadap koper ,didapati bahwa EK hendak melarikan diri dengan alasan mau menghubungi atau mencari pemilik barang yakni temannya dengan inisial A (warga Sidoarjo),” papar Bayu, sapaan akrab Danlanudal Juanda.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,petugas  mengejar dan menangkap EK.Kemudian petugas melaksanakan pengecekan fisik terhadap isi koper dan didapatkan hasil bahwa koper tesebut 14 kantong plastik berisi Benur Lopster,sebanyak 10 kantong plastik 2553 ekor jenis pasir dan  4 kantong plastik berisi 1.103 jenis Mutiara.

Danlanudal Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana menambahkan,  ketika beberapa waktu yang lalu di press conference menyampaikan bahwa kasus penggagalan ini bukan yang terakhir.
“Pasti masih ingat dengan ucapan saya,” terang Bayu.

Oleh pihak pihak-pihak yang berkepentingan mereka berpikir bagaimana caranya bibit lopster bisa dipasarkan,tentunya mereka berpikir singkat pemasaran secara ilegal.”Modus -modus yang sudah dilakukan bisa kita tangkap juga yaitu ,mencoba untuk disalurkan melalui barang bawaan bagasi koper di bagian x-ray ketika melewati operator. Isinya bisa terlihat ada barang-barang yang mencurigakan seperti ini.

Itu pasti mencurigakan kalau bentuknya tidak lazim,kalau hanya pakaian dan sebagainya ketika ditanya yang bersangkutan bingung, dia juga tidak tahu isinya apa kalau memang suruhan. kebingungan itu dia telepon kepada si inisial untuk menanyakan ini barangnya bermasalah disampaikan oleh si A.

“Data-data sudah banyak kita peroleh sebagai tambahan untuk lebih jauh lagi,nanti tinggal kita ambil aja orang tersebut,” tegas Bayu.

“Kedepan tentunya yang ada sekarang kita sudah memiliki soliditas yang bagus,kita harus lebih meningkatkan koordinasi saling share setiap informasi apapun.Seperti apapun kita akan merespon dengan cepat,” tutup Bayu.

Sementara Kepala Badan Karantina Rina Janwar  menyampaikan,kebanyakan ini
mencapai bisa ratusan juta.Mutiara berbeda harganya dengan yang pasir.Di Indonesia cuma Rp20.000 yang mutiara bisa Rp60.000.Namun kalau udah sampai di Singapura harganya 10 dolar.

”Jadi bayangkan kalau satu cover isinya ada puluhan ribu kali 10,
dikalikan Rp13.000 itu 1 M.Rata-rata seperti itu kasus yang kita ungkap di seluruh Indonesia ,jadi nominal satu koper itu antara 800.000.000 sampai 1 M.Rencananya Benur akan di kembalikan ke Probolinggo, di Pulau Gili Ketapang,” ujarnya.

‘Tidak lepas peran dan soliditas,seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan bandara ini.Sehingga keberhasilan kemarin diharapkan membawa dampak efek jera bagi sindikat ataupun calon pelaku lain,” pungkas Rina Janwar.

“Kami atas nama Kementrian Kelautan dan Perikanan, melaksanakan permen 56 ,tahun 2016.Yang telah berhasil menyelamatkan sumber daya kita yakni lobster.Kita berkeinginan untuk menggerakan ekonomi rakyat Indonesia,serta memantau terus dan beberapa kali melaporkan ke ibu Menteri. Apresiasi yang tinggi kepada semuanya.

Karena merupakan wujud sinergi mudah-mudahan dapat semakin kuat,agar orang semakin berpikir untuk tidak melakukan hal yang melanggar hukum.Yakni penyelundupan lobster,” jelas badan Karantina Rina Janwar  tersebut.

Hadir KA Otban wil III SBY,KA BEA Cukai Juanda,KA Badan karantina ikan,Danlanudal Juanda,GM I Juanda,Avsec AO Juanda.Dalam Press Confrence  Penggagalan upaya penyelundupan barang terlarang melalui bandara Internasional Juanda  di Markas Komando Lanudal Juanda Jumat (18/1/2019). (wan))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!