Anak Memiliki Motor Protolan, Bentuk Kasih Sayang Orang Tua Yang Salah

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM – Pelanggaran kerap kali dilakukan pengendara motor.Khususnya pelajar yang tidak mengindahkan aspek keselamatan diri sendiri dan orang lain.Terlihat dua bocah berboncengan tanpa menggunakan helm serta tidak memiliki SIM dengan kendaraan sangat memprihatinkan (protolan),telah dihentikan oleh petugas Lantas Sidoarjo.Minggu (13/1/2019)di Jl.seputaran Mpu Tantular.

Rahmad (13) bocah pengendara yang diamankan polisi, seorang pelajar Alfalah yang hendak beli nasi bungkus buat makan, mengaku terkejut kepada wartawan saat di hentikan. Ia mengakui berboncengan  tanpa menggunakan helm juga tidak bawa stnk,protolan,plat tidak ada dan ban  kecil, yang sebelumnya juga sudah pernah ketilang,

“Kelengkapannya mboten wonten belinya protolan dan rencana dijual aku warga Pagerwojo.rt14 rw04,” kata bocah tersebut kepada Amunisi.

Sedangkan Aiptu Subandi anggota BM Satlantas Polresta Sidoarjo kepada wartawan Minggu (13/1/2019) di lokasi mengatakan, Polantas sedang melaksanakan patroli di seputaran musium Mpu Tantular bersama 2  anggota. “Saat itu menjumpai pengendara  sepeda protolan berboncengan,juga tidak menggunakan helm.Seketika kami melakukan tindakan  penilangan ,”terang Aiptu Subandi.

Polisi mengamankan barang bukti kendaraan bermotor (ranmor) kecpos depan MC Donal Taman Pinang.

“Mereka  melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm ke dua – duanya,sepeda protolan serta  sim dan stnk tidak ada. Untuk mereka pasal yang dijeratkan Helm 291 ayat 1 jo 106,stnk 288 ayat 1 jo 106 dan tidak memiliki sim 281 jo 77 ayat 1,” katanya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Sidoarjo   Kompol Fahrian Saleh Siregar saat dikonfirmasi wartawan Minggu (13/1/2019) menegaskan, dia yakin mereka tau itu salah. Namun yang belum mereka sadari ,bahwa berkendara dijalan dengan motor dalam keadaan protolan membahayakan mereka.

Bahaya berkendara juga  bukan hanya mereka saja, tetapi ada orang lain.Hal itu merupakan kasih sayang orang tua yang salah dengan memanjakan anak.

“Mengapa dengan mengetahui putranya berkendaraan seperti itu, sebenarnya mereka tidak sayang akan keselamatan buah hatinya juga orang lain,” tegas Fahrian.

“Yang pasti motor harus bisa dikembalikan ke standartnya dan bisa menunjukkan surat-suratnya “ujar Kasat Lantas. (wan)

Leave a Reply