Diduga Bermasalah, Ketiga Proyek Yang Dikerjakan Hermanto Sejati Bakal Dilidik Kejati Babel

  • Share

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dikabarkan akan mengeluarkan Sprindik (surat perintah penyelidikan) terkait tiga proyek milik kontraktor Hermanto asal Sungailiat dengan cara mengalihkan pelaksanaan kepada pihak lain.

Sprindik dikeluarkan berdasarkan pertimbangan Perpres No 4 Tahun 2015 tentang tindak pidana korupsi terkait pelanggaran pekerjaan subkontrak.

Kepala Kejaksaan Tinggi Babel Aditya Warman saat dikonfirmasikan melalui sambungan telpon menegaskan memang akan mengusut adanya kontraktor yang diduga melakukan pengalihan pekerjaan.

“Memang akan diusut kasus tersebut tapi gak tergesa-gesa. Kami pelajari dulu kebenarannya. Intinya Kejati Babel serius menangani tiga proyek yang dikabarkan dialihkan pekerjaan ke pemborong lain (subkon), ” kata Kajati, Selasa (8/1/2019).

Kabar yang menyebutkan saat ini proyek milik kontraktor Hermanto sedang menunggu tanda tangan sprindik dari Kajati Babel.

” Ada tiga (3)  proyek milik kontraktor Hermanto yang masuk dalam katagori niat  jahat (Mens Rea) dengan cara mengalihkan pelaksanaan pekerjaan proyek kepada pihak lain. perbuatan itu dilakukan melalui perjanjian diatas kertas,” ujar sumber di lingkungan Kejaksaan.

Dijelaskannya, tiga proyek milik kontraktor Hermanto yang berada di lokasi  berbeda yakni Proyek Puskesmas Taman Sari Pangkalpinang, Proyek Rehab Kantor Dewan Bangka Tengah (Bateng) dan Proyek Pasar Rakyat Namang dengan total proyek keseluruhan nya mencapai 6 miliar lebih.

Ketiga proyek itu, katanya, dengan sengaja dialihkan kontraktor Hermanto kepada pihak lain dan hal seperti ini tentunya merupakan perbuatan jahat dalam mekanisme proyek di pemerintahan.

” Niat dan perbuatan jahat , maka sangat layak  untuk diusut, terlebih saksi dan data-data pendukung sudah ditemukan,” bebernya.

Sementara itu, Tukijan yang menerima pekerjaan dari kontraktor Hermanto mengakui adanya pemufakatan jahat. Bahkan dirinya sudah diperiksa oleh penyidik Pidsus Kejati.

“Penerima proyek bernama Tukijan sudah diperiksa dan mengakui ada surat perjanjian pengalihan proyek. Bahkan dirinya juga sudah menunjukan surat kontrak pengalihan pekerjaan dari Hermanto. Justru itu pihak kejaksaan menyarankan agar membuat laporan jika tidak ingin ikut terlibat dalam pusaran korupsi, ” tutup  sumber.

Hingga berita ini diturunkan, masih diupayakan konfirmasi ke pihak Hermanto yang disebut sebut sebagai pemenang lelang namun mengalihkan pelaksanaan pekerjaan 3 proyek tersebut  ke pihak pemborong lain. (Robi/Vinna).

 

 

 

 

 1,446 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *