Close

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM – Masih minimnya pemahaman masyarakat tentang politik mengundang keprihatianan.Hal tersebut karena paradigma masyarakat yang berpolitik mana  yang kasih uang yang dipilih atau coblos, seperti diberitakan di deteksi.com beberapa waktu lalu.

Hj.Silkania Swarizona ,S,IP(23) salah satu caleg membenarkan dan mengetahui  masih banyak yang  menerapkan hal itu.Sebab hal tersebut merupakan stikma masyarakat terkait “janji”,caleg (calon legislatif)dalam pemilu presiden maupun legislatif 2019 nanti.

Caleg Partai Nasdem Hj.Silkania salah satu caleg saat dikonfirmasi Kamis (3/1/2019)di kediamannya.

Silka sapaan akrab caleg muda dari partai Nasdem yang berhasil ditemui wartawan Kamis (3/1/2019) menyikapi  viralnya caleg obral janji tersebut, mengatakan bahwa hal itu  merupakan stikma masyarakat terkait ‘janji’caleg.

“Hal itu bisa jadi mungkin apa yang  mereka janjikan baik. Intinya saya yakin apa yang mereka (caleg) janjikan satu hal ingin terealisasi semua, tapi pada kenyataannya tidak semudah itu.Apalagi di Dapil punya banyak desa dan banyak kecamatan yang memang harus apa yang di programkan di jalankan, akhirnya kayak janji palsu,” papar Silka sapaan akrab caleg Dapil 2 dari Desa Ngampelsari Candi tersebut.

‘’Padahal sebenarnya saya yakin calon anggota dewan mencalonkan diri tidak sekedar janji, pinginnya di realisasikan tapi mungkin ada hambatan dan sebagainya, ‘’tegas Silka

Caleg muda dengan berprofesi reporter TVRI di Jakarta tersebut menambahkan,makanya kalau jadi anggota dewan dia pribadi tidak mau dengan janji muluk. “Apa yang diinginkan masyarakat ya 1 atau 2 aja gak (tidak semua) semua saya penuhi kan, karena desanya banyak dan prioritasnya pun banyak,” ujarnya.

Jadi kalau dibilang janji-janji kembali pada orangnya, jangan terlalu banyak janji-janji dan masyarakat juga harus faham. “Maksudnya ada hal-hal prioritas yang di jalankan dan kendala – kendala yang pasti ada,” ujarmya.

Silka berharap.kalau sekmentasi dirinya ke pemilih pemula sama ke sekmentasinya ke perempuan. “Kebetulan saya konselingnya ke isu-isu perempuan.jadi pinginnya ketika saya jadi nanti kepentingan-kepentingan perempuan yang saya bawa.jadi pinginnya sudah semestinya perempuan dan juga generasi milenial.Sebab emang eranya milenial dan juga 17 April nanti pemilu serentak 5 surat suara.Mungkin juga akan bingung pemilihnya,” imbuhnya.

Wawan (40)warga Tanggulangin yang ditemui deteksonline.com i mengatakan memilih itu  berdasar keyakinan dan melihat atau mengenal sosok caleg tersebut..”Bagaimana dia yang bersangkutan di masyarakat dan programnya bagaimana sebab kalau kita berdasar kasih uamg dicoblos berarti suara kita dibeli dong,” ujarnya.

“”Memang masih banyak masyarakat bahkan warga yang kecewa janji-janji caleg dimasa lalu pemilu,jadi ya saya tidak heran kalau masyarakat banyak menerapkan kasih dicoblos,” jelas Wawan lagi,.

Tapi kalau kita memilih atas dasar bagaimana caleg tersebut di masyarakat dan kesehariannya itupun kalau kita sudah mengenal atau  tahu.”Sebab tidak semua caleg dikenal masyatakat atau pemilih pada umumnya,” ujar Wawan warga kepada deteksi Kamis (3/1/2019)

Memang masih banyak masyarakat  menyikapi pemilu atau khususnya pileg masih tetap menerapkan mana yang kasih uang ya dipilih atau coblos.”Sebetulnya itu sangat disayangkan karena berdasar hal tersebut masyarakat tidak bisa berbuat banyak kecuali kecewa jika pilihannya tidak sesuai harapan dan hanya mendapatkan janji pungkas Wawan. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!