by

Heris Sunandar Perambah Kawasan Hutan Dihukum 3 Tahun Penjara

SUNGAILIAT, DETEKSIONLINE.COM-Dalam sidang perkara perambahan kawasan hutan yang ditangkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka pada Rabu (12 /12/ 2018) di Sungailiat digelar sidang putusan, cuma sayang sekali keputusan Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat hanya memutuskan terdakwa Heris Sunandar selama 3 tahun kurungan penjara dan denda Rp.1,5 miliar.

Majelis Hakim, Sarah Louis S, SH., M.Hum selaku Hakim Ketua, Jonson Parancis, SH., MH dan Benny Yoga Dharma, SH., MH, masing-masing sebagai Hakim Anggota, dan dibantu oleh Suprapto, SH sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri oleh Ary Pratama, SH selaku Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bangka, dan terdakwa yang didampingi oleh kuasa hukumnya.

“Hakim memvonis Heris Sunandar dengan 3 tahun penjara dan denda Rp 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) dengan subsidair 6 (enam) bulan kurungan,” tegas Hakim Ketua.

Selain itu Majelis hakim juga menyatakan barang bukti berupa 2 (dua) unit alat berat excavator dengan merk HITACHI ZX 200-5G warna orange dengan nomor PIN HCMDCDFOP00004057 dan HCMDCDFOC00002824 dirampas untuk negara sesuai Putusan PN. Sungailiat Nomor NOMOR : 579/Pid/Sus-LH/2018/PN.Sgt.

Putusan ini lebih ringan 1 (satu) tahun dari tuntutan jaksa yaitu 4 (empat) tahun, namun putusan denda sebesar Rp 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) serta alat berat di rampas untuk negara sudah sesuai dengan tuntutan jaksa.

Direktur Penegakan Hukum Pidana, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yazid Nurhuda mengatakan bahwa penyidikan kasus dengan sangkaan terhadap pelaku sebagaimana Pasal 94 ayat (1) huruf c Jo Pasal 19 huruf d dan atau Pasal 89 ayat (1) huruf b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan ini merupakan tindak lanjut dari operasi gabungan yang melibatkan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, POM TNI dan Kepolisian.

Yazid menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk menindak pelaku-pelaku terkait lainnya. Menurutnya saat ini, penyidik KLHK dan beberapa penyidik lainnya sedang mengembangkan pendekatan multidoor yaitu penyidikan berlapis untuk meningkatkan efek jera, termasuk menggunakan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kami mengapresiasi putusan majelis hakim dan ini merupakan titik masuk untuk pengembangan kasus selanjutnya. Kami bekerjasama dengan banyak pihak termasuk PPATK untuk mendapatkan informasi aliran keuangan dari pelaku terkait pertambangan illegal ini,” ungkap Yazid melalui press rilisnya, Jum’at (28/12).

Diketahui sebelumnya tim Gakkumdu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merazia tambang ilegal di Kawasan Hutan Dusun Mapur Desa Cit Kecamatan Riau Silip yang diduga milik Pengusaha Sungailiat, AK. Dari razia tersebut tim Gakkumdu yang dipimpin langsung Kepala Seksi Wilayah III Balai Gakum Kemenhut RI Wilayah Sumatera, Dodi Kurniawan berhasil mengamankan dua orang, yang satu orang bertindak selaku operator alat berat yang berstatus saksi dan satunya lagi Heris Sunandar warga Airtenggiling yang disebut sebut sebagai kuasa lapangan.

Tim Gakkumdu juga berhasil mengamankan 3 unit excavator yang disebut sebut milik AK sebagai barang bukti (BB) pada perkara kasus penambangan ilegal di kawasan hutan Dusun Mapur Desa Cit meski pada akhirnya hanya 2 unit yang berhasil dilimpahkan ke pihak jaksa penuntut.

Apakah pihak Direktorat Penegakan Hukum Pidana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan berhasil menggiring aktor intelektual / cukong penambangan ilegal di kawasan hutan Dusun Mapur, Desa Cit ke Pengadilan Negeri Sungailiat?

Seperti yang diharapkan sebagian besar masyarakat pulau Bangka? Kita tunggu kabar selanjutnya karena saat ini para cukong-cukong tambang itu bebas berkeliaran dan tetap masih melakukan aktifitasnya dengan merusak lingkungan. (Vinna/Herman)

 332 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed