Flyover Cengkareng Dalam Proses Perbaikan

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM:- Jembatan layang atau flayover Cengkareng yang retak, ternyarta bukan berita bohong (hoax). Jembatan tersebu6t benar-benar retak dan kini dalam proses perbaikan oleh Kementerian PUPR Jakarta Metro 1.

Hal ini diakui oleh AKBP Budiyanto,  Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya kepada Amunisinews.co.id dan Deteksionline.com, Kamis (27/12/2018).

Menurut Budiyanto keretakan jembatan tersebut atau bergesernya sambungan beton berdampak terhadap terganggunya Kamseltibcar Lantas.

“Balai besar Pelaksanaa Jalan Wilayah VI Kementrian PUPR Jakarta Metro 1,
saat ini sedang proses penggantian pot bearing di bawah flyover,” kata Budiyanto.

Sementara, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan telah dilakukan  rekayasa lalu lintas, antara lai arus lalu lintas dari Kembangan yang akan mengarah Pluit yang biasanya sebagian melewati flyover diarahkan ke jalan Arteri – Cengkareng – Pluit.

Pengalihan arus lalin ini dari Kembangan mengarah Pluit mulai pk 20.00 wib.
Arus lalu lintas yang mengarah flyover ditutup menggunakan barier beton/ MCB. “Prosesperbaikan masih berjalan & sit scr umum terkendali,” ujar Budiyanto,

Sementara itu Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat pada 2018, sebanyak 5400 kejadian kecelakaan,  pada 2017 hanya 5140 kejadian di periode bulan yang sama.

Meski kejadian pada tahun ini lebih banyak, jumlah korban meninggal dunia pada tahun ini berkurang ketimbang tahun lalu.

“Ada penurunan sekitar satu persen untuk korban jiwa ditahun ini. Jika tahun lalu ada 529 korban jiwa, tahun ini ada 524 korban jiwa. Ini periode Januari sampai November,” ujar Budiyanto.

Jumlah korban luka berat pada tahun ini juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu.Penurunan terjadi sekitar 20 persen pada tahun lalu tercatat ada 1007 korban luka berat sedangkan tahun ini hanya 804 korban luka berat.

Korban luka ringan pada tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Sekitar 17 persen peningkatannya yakni dari 4492 di tahun 2017, tahun ini jadi 5237 korban.

Menurut Budiyanto jumlah kerugian materiil akibat kecelakaan pada tahun 2018 mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya.

“Tahun lalu jumlah kerugian materiil akibat kecelakaan pada periode Januari hingga november mencapai Rp15.483.300.000 sedangkan tahun ini adalah Rp13.062.945.000,” jelasnya. (ulis/dra)

 

 

Leave a Reply