by

Kapolsek dan Camat Terima Keluhan Warga dan Pengusaha Terkait Molornya Proyek

SIDOARJO,DETEKSIONLINE.COM-  Penutupan jalan raya Kludan,Tanggulangin akibat molornya proyek, pengusaha dan warga masih banyak yang mengeluhkan dan kecewa berat atas pengerjaan peninggian jalan raya tersebut serta pengerjaan gorong-gorong (drainase), Selasa (25/12/2018).

Hal ini mengakibatkan toko Pusgita (Pusat Grosir Tas Tangulangin) mengalami penurunan omset  hingga 50 persen dari hari biasa dan liburan sebelum adanya pengerjaan proyek.

Salah satu pengusaha H.Imam Zainudin Z pemilik toko Pusgita  kepada wartawan Selasa (25/12/2018) mengatakan kekecewaannya.” Selama proyek berjalan beda jauh dengan sebelum ada proyek.Sekarang turun sampai 50 persen karena biasanya kita satu Minggu mencapai 5 juta persuplaier satu orang satu Minggunya segitu mas yang hilang pemasukannya,” beber H.Udin biasa disapa.

“Keyataannya selama proyek berjalan toko biasanya operasional buka pukul 08.30 wib tutup pukul 21.00wib. Selama ada proyek kami tutup pukul 18.30 karena sepi.Tidak ada pemasukan,hal teramat sangat dampak pada omset Pusgita alibat akses jalan ditutup mas,” katanya.

H Udin menjelaskan, biasanya kita tiap Minggu lancar kirim selama ada proyek sirkulasi tidak jalan apa yang dirasa Pemilik toko Permata Abah Nur juga kita rasakan, ” terangnya.

 

Puing yang berserakan di tengah jalan dari proyek pengerjaan peninggian jalan. Jalan tetsebut terlambat dan belum dibuka mengakibatkan kerugian pedagang tas

 

“Harapan saya segera diselesaikan karena harusya  tanggal 15 kemarin selesai molor tapi ya lebijakan dinas diundur penyelesaiannya.Sebab kita sampai tutup kita liburkan tiga hari, tapi 30 karyawan tetap kita gaji walau omset turun drastis,” tandasnya.

Kenyataannya Sabtu minggu kesepakatan buka,tapi ternyata Sabtu Minggu tetap diturup jadi pembeli maupun pelanggan kita kesusahan untuk menuju akses ke Pusgita, ” terang  H.Udin pemilik dan pengelola Pusgita.

Kapolsek Tegur Pelaksana, Material Ditengah Jalan Supaya Ditepikan

Sementara Kapolsek Tanggulangin AKP.Hardiyantoro menanggapi keluhan warga dan masyarakat serta pelaku usaha tas diwilayah hukumnya  mengatakan,kita menyampaikan  keinginan masyarakat dan pelaku usaha Sabtu Minggu jalan bisa dilalui

“Saya sampaikan pertama komunikasi ke pelaksana agar dengan adanya beberapa komplain dari masyarakat sudah kita sampaiakan,” terang Hardiyantoro.

“Pertama kali berita muncul kami dari kepolsian melakukan pengecekan material-material yang ditempatkan di tengah jalan supaya tidak ditaruh seenakanya agar masyarakat bisa menggunakan jalan,” terang Kapolsek saat ditemui di ruangannya.

“Dan semua itu sudah ada tindak lanjut dari pelaksana proyek sampai jalan bisa  diibuka sesuai sengan kebutuham masyarakat,khususnya para wisatawan yang mau berbelanja ke tempat kuliner tas Tanggulangin,”” pungkas Hardiyantoro.

Camat Tanggulangin Didik Widoyoko membenarkan dengan tutupnya akses jalan Kludan ada beberapa warga dan pelaku usaha mengeluh kepada dirinya selaku camat. “Saya sudah menyampaikan harapan ke dinas dan rekanan.Bahwa warga Kecamatan Tanggulangin khususnya warga Desa Kludan dan sekitarnya berharap agar pelaksanaan kegiatan peninggian jalan bisa cepat selesai dan tidak molor lagi dari waktu yang sudah ditentukan dari awal,” papar Yoko kepada wartawan.

Faisal warga Kludan yang juga marketing serta juru parkir di Pusgita merasakan penuruan omset tas.Sebab menurutnya terlihat dari jumlah kendaraan yang parkir dan hasil parkir yang diterima,” katanya kepada wartawan Selasa   (25/12/2018).

“Bahkan saya sering kali di telepon  sopir bus menanyakan dalan Kludan wes mari ta (jalan Kludan sudah selesai kah.red).Saya jawab durung(belum.red).akhirnya mereka gak jadi kesini bersama tamunya(rombongan). Hal ini berbalik dengan sebelum ada proyek mas,” terang Faisal.(wan)

 179 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed