Close

PANGKALPINANG,DETEKSIONLINE.COM-Edy Firdaus selaku Kepala cabang PT Jaya Semanggi Enjiniring meminta kepada wartawan agar pemberitaan terkait pembangunan RS Pratama tidak usah diberitakan lagi karena takut nantinya pemberitaan dibaca oleh pusat.

“Pak ( wartawan ) tolong berita jangan dilanjutkan lagi, karena saya sebagai kepala cabang perusahaan tersebut,nanti,takut beritanya di baca boleh orang pusat” kata Edy Firdaus yang akrab disapa Edy Padang, Rabu (05/12).

Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Payung,kabupaten Bangka Selatan ( Basel ) senilai Rp 24.997.000,bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun anggaran 2018 diduga akan ‘molor” .

Progres pembangunan baru mencapai kira – kira 80 persen padahal kontrak ditandatangani pada tanggal 15 Mei 2018 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender dan berahir 14 Desember 2018.

Pembangunan RS Pratama itu terdiri dari 4 unit gedung masing – masing gedung rawat inap, gedung radiologi dan Laboratorium ( Lab ) UGD dan rawat inap jalan dengan kontraktor pelaksana oleh pihak PT Jaya Semanggi Enjiniring.

Untuk melaksanakan progres 100 persen pihak kontraktor kesulitan menambah personil tenaga kerja namun baru – baru ini pihak kontraktor berhasil menambah sebanyak 41 tenaga kerja guna mengejar progres yang tertinggal.

“Untuk penyelesaian akan kita usahakan,tapi kalau tidak tepat waktu,tetap akan kita berikan sangsi denda sesuai dengan aturan yang berlaku” ujar Yudi selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan ( PPK ) kepada wartawan melalui sambungan telpon pekan kemarin.

Namun Yudi meyakinkan tetap optimis bahwa pekerjaan itu akan selesai tepat waktu karena tadinya terkendala diahir tahun pihak kontraktor kesulitan mencari tukang,namun itu, sudah bisa diatasi dan tidak ada kendala lagi.

“Kontraktor telah menambah tenaga kerja sebanyak 41 orang untuk menyelesaikan pekerjaan khususnya pada pembangunan gedung UGD” aku Yudi.

Sebab kata Yudi,mereka ( PT Jaya Semanggi Enjiniring ) telah memberikan surat peringatan ( SP ) I ( satu ) kepada pihak pelaksana mengenai tentang tenaga kerja ( tukang – red ) namun dalam minggu ini para tukang sudah ada dan tidak ada kendala lagi.

Dan diakui Yudi, bahwa pembangunan yang agak terlambat adalah bangunan gedung IGD, dan keterlambatan pembangunan gedung IGD itu karena kekurangan tukang.

“sekarang tukang sudah ada 41 orang jadi saya yakin dan optimis pembangunan ini selesai dengan tepat waktu,” kata Yudi

Sementara Doddy Purba selaku ketua Tim TP4D Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Bangka Selatan ( Basel ) mengaku pembangunan RS Pratama tidak akan selesai dengan tepat waktu,pihaknya juga dalam rapat evaluasi dilapangan telah memberi saran kepada pihak pelaksanaan untuk menambah personil tenaga kerja.

“informasi dari pengawas lapangan ke saya. Bahwa pembangunan ini tidak bisa selesai tepat waktu,” ujar Doddy Purba kepada wartawan melalui sambungan telpon

Doddy katakan,dalam rapat evaluasi secara rutin dilaksanakan setiap bulan dilapangan bahwa untuk menyelesaikan bangunan gedung IGD kontraktor untuk menambah personil tenaga kerja,kalau tidak pasti akan tidak tepat waktu pekerjaannya.

“Dalam rapat evaluasi kita sudah sarankan pihak kontraktor untuk menambah personil tenaga kerja,” tegas Doddy

Menurut Doddy dari informasi pengawas lapangan bahwa keterlambatan itu berkisar 1 Minggu lebih dari masa kontrak yang sudah ditetapkan

Supriadi selaku Kepala Dinas ( Kadis ) Kesehatan Pemkab Basel ketika dihubungi wartawan,mengelak kalau dirinya selaku Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ) pada proyek itu,dia juga menyarankan kepada wartawan terkait konfirmasi silahkan ke PPK dan TP4D Kejari Basel

“Bukan saya mas ( wartawan ) KPA nya, tapi Yudi dari Dinas PU selaku PPK merangkap KPA, dan silahkan konfirmasi ke beliau, atau ke Jaksa selaku TP4D” kata Supriadi

Menurutnya,kalau bisa juga mas ( wartawan ) konfirmasi aja langsung ke pihak kontraktor nya yakni Tedi Halim sebagai orang kuat di Pangkalpinang

“Telpon aja Tedi Halim, itu orang kuat di Pangkalpinang, itu kuat segalanya mas termasuk jarinPembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Payung,kabupaten Bangka Selatan ( Basel ) senilai Rp 24.997.000,bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun anggaran 2018 diduga akan ‘molor”. (man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!