Mendapat Pelayanan Khusus, 52 Disabilitas Ajukan Permohonan SIM D

 

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM:- Jurubicara Satpas SIM Polda Metro Jaya Iptu Hermanto SH mengimbau para penyandang disabilitas untuk tidak segan datang ke Satpas SIM untuk mengajukan permohonan pembuatan SIM.

 

Hari ini, kata Iptu Hermanto terdapat 52 penyandang disabilitas mengajukan SIM baru dan 2 orang perpanjangan.. “Saya harap kepada seluruh penyandang cacat tubuh (disabilitas) untuk mengurus SIM D. Hal ini sebagai bentuk kepatuhan dan mendukung gerakan tertib berlalu lintas,” kata Iptu Hermanto kepada Amunisinews.co.id dan Deteksionline, Senin (3/12).

“Ini sesuai harapan Kasie Sim Kompol Fari Siregar, yang merasa optimistis kedepannya pelayanan SIM bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan ke masyarakat,” kata Iptu Hermanto. “Bagi mereka kami prioritaskan untuk menunjang mencar nafkah,” tambahnya.

Parea penyandang disabilitas ini akan diberik SIM D. SIM D ini diberikan khusus untuk masyarakat penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas diperbolehkan mengendarai sepeda motor khusus di jalan raya, asal telah mengantongi SIM D.

Biaya pembuatan SIM D Baru Rp 50.000 dan biaya untuk memperpanjang masa berlaku hanya  Rp 30.000.

Sebelumnya, sebanyak 15 penyandang disabilitas dari Komunitas Difabel Motorcycle juga mendapat pelayanan khusus untuk mendapatkan SIM D.

“Pembuatan SIM sejumlah penyandang difabel mendapat perlakuan khusus dalam mengurus SIM D. Meskipun berbeda, materi ujiannya tetap mengedepankan pengetahuan dan pemahaman dalam aturan lalu lintas. Jadi mereka harus tetap diuji,” kata Fahri Anggia Natua Siregar, Kamis (8/2/2018) lalu.

Menurut Fahri, keterbatasan fisik menjadi perhatian petugas layanan Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya dengan memberikan jalur dan tempat khusus dibanding pemohon SIM umumnya.

“Dalam pelayanan ini, petugas mendampingi mulai dari pengurusan dokumen legalitas. Tak hanya itu, petugas juga mendampingi saat sesi pemotretan serta pengambilan sidik jari untuk kepentingan identifikasi pada SIM yang segera dicetak. Test mata, ujian teori, dan praktik juga kami dampingi. Semua hal ini, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ditotal ada 15 disabilitas dari Komunitas Difabel Motorcycle mendapat SIM D,” kata Fahri.

 Ia menambahkan, dalam berikan pengetahuan aturan lalu lintas melakukan pengujian terkait kemampuan berkendara para disabilitas menggunakan kendaraan khusus yang biasanya terdapat roda tambahan pada bagian belakang, standar keselamatan berkendara.”, kata Fahri. (lis/yor)

editor: hendra usmaya

 

Leave a Reply