Close

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT,DETEKSIONLINE.COM-Mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Mercusuar biasanya digunakan untuk daerah yang berbahaya, misalnyakarang dan daerah laut yang dangkal. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa.

Karena saat ini navigasi kapal laut telah berkembang pesat dengan bantuan GPS, jumlah mercusuar di dunia telah merosot menjadi kurang dari 1.500 buah. Mercusuar biasanya digunakan untuk menandai daerah-daerah yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal.

Mercusuar yang paling terkenal di dunia adalah Pharos di Alexandria, yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia

“Kenapa di Pelabuhan Muara Jelitik kok dihilangkan?” tanya Rozi warga Sungailiat.

” Kak..kenapa mercusuar di muara di hilangkan, dibuang oleh siapa,”ujar Rozi, Kamis (30/11) tadi Siang di Pelabuhan Muara Jelitik kepada deteksi online.

Diketahui, sebuah Mercusuar di Pelabuhan Muara Jelitik telah diduga ditabrak oleh salah satu Kapal Isap milik PT Pulomas Sentosa yang melakukan kegiatan pengerukan Alur Muara Pelabuhan Jelitik. Kejadiannya diperkirakan sudah setahun yang lalu.

Saat ini pihak PT Pulomas membuat Mercusuar pengganti, namun posisi Mercusuar yang dibuat oleh PT Pulomas itu tidak tepat dan diletakkan didekat gundukan pasir galiannya.

“Itu pak, ada mercusuar pengganti pak tetapi letaknya di dekat gundukan pasir galian PT Pulomas sambil menunjukkan kearah Mercusuar buatan PT Pulomas tersebut,” kata Rozi lagi.

Sementara itu pihak PT Pulomas belum berani memberikan keterangan apapun, salah satu Staf PT Pulomas yang berhasil dihubungi mengaku tidak bisa memberikan keterangan terkait hal itu, untuk memberikan keterangan dalam hal itu nanti hubungi  Yanto bagian Humas.

“Maaf pak, saya tidak bisa memberikan keterangan terkait hal Mercusuar, nanti bpk hubungi pak Yanto bagian Humas,” kata Evi melalui sambungan telepon.

Sangat disayangkan, deteksi online sudah berkali kali menghubungi Yanto alias Acun Humas Pulomas, namun telepon dan pesan singkat dari deteksi online tidak digubris.

PLT Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H.KA.Tajuddin mengatakan akan menelusuri dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menimbulkan kerusakan terhadap aset negara.

“Siap, kami telusuri dulu ya pak, dan akan kami gali info tentang rambu mercusuar ini dengan pihak terkait. Sepakat saya jika aset negara, maka harus diambil tindakan terhadap pihak yang menimbulkan kerusakan terhadap aset negara.Terimakasih pak info awalnya, akan kami telusuri dan tindaklanjuti siapa pihak yang harus bertanggungjawab terhadap kerusakan rambu suar tersebut,” jawab Tajuddin melalui pesan whatsapp, Kamis (30/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!