Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM; Sebagai perusahan jasa pengawalan pengiriman dan bongkar buat, CV Tanjung Raya Kemilau (PT TRK) konsisten dalam menjalankan kewajiban.

Hal ini ditunjukkan oleh petugas TRK yang mendampingi mobil truk angkutan yang mogok di kawasan rawan di Jakarta Utara (Jakut).

Mobil yang mogok tersebut B-9629 XA milik PT SPM yang menjadi klien TRK dikawal hingga perbaikian dan bisa beroperasi kembali.

“Mobil itu mengalami kerusakan pada kopel dan baut-bautnya terlepas,” kata seorang petugas lapangan TRK.

Setiap mobil yang mengalami gangguan mesin dan atau perangkat lainnya bisa jadi akan mengalami mogok, Saat itulah petugas TRK datang kelokasi untuk mengamankan dari gangguan aksi kejahatan di jalan terutama para asmoro atau para bajing loncat..

“Memang sopir yang mobilnya mogok itu kerap kali menjadi korban kejahatan penjahat jalanan. Ada aja yang diambil misalnya handphone milik sopir, ban serep, aki (accu) bahkan muatan truk pun terkadang dijarah. Kami hadir untuk memberikan pengawalan,” kata Dirut TRK Rasian, yang memonitor pangawalan Selasa (27/11) malam.

TRK sendiri tidak prontal terhadap setiap pelaku kejahatan. TRK memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang dicurigai akan melakukan kejahatan bahwa CV TRK adalah perusahaan yang melakukan pengawalan atas keselamatan truk, sopir serta muatannya. “Alhamdulillah mereka mengerti dan tak malekukan aksi kejahatannya,” ujar Rasian.

Tapi, katanya, terkadang ada juga pelaku kejahatan yang ngeyel dan tak mau dibina, akhirnya TRK membuat laporan kepihak berwajib. “Kita memang punya akses pelaporan. Bila para preman tidak mau diajak bicara baik-baik terpaksa kami laporkan,” kata Rasian.

Sejauh ini, sebagai mitra polisi, TRK  juga membantu masalah keamanan di jalan dan membuka jaringan ke polisian. “Polisi menyambut baik karena kami juga dianggap sebagai agen keamanan di jalan,” ungkap Rasian.”Banyak para asmoro atau bajing loncat (bajilo) yang akhirnya menghentikan kegiatan pelanggaran hukum setelah berdialog dengan TRK,” kata Rasian, yang merasa prihatin apabila ada yang menyebut TRK kelompok preman.

“Kami memang merekrut anak-anak jalanan untuk dipekerjakan dengan baik, mencari rejeki halal, tapi kami tak suka disebut preman karena perusahaan ini memiliki legalitas lengkap dan pembinanya ada juga anggota TNI dan Polri,” ujar Rasian lagi sambil memperlihatkan legalitas CV TRK.

PT TRK juga dikenal sebagai perusahaan jasa ‘ramah lingkungan’ sebab sebagian hasil atau pendapatannya disumbangkan kepada anak yatim dan fakir miskin. TRK juga membeli mobil ambulan yang disiapkan untuk membantu siapapun yang membutuhkan. “Tidak dikenakan biaya untuk menggunakan ambulan TRK,” kata Rasian lagi.

Ketika hari ulang tahun beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Buruh Internasional atau May Day, PT TRK justeru menggalang para sopir dan pekerja bongkar buat untuk melakukan aksi sumbang darah (donor), yang dihadiri sekitar 200 pendonor darah yang ditampung oleh PMI Pusat.

TRK juga mengundang BNN untuk memberikan penyuluhan bahaya narkoba. Penyuluhan dipandu oleh bagian pencegahan BNN Dikdik.

Sementara sopir yang truk yang mogok mengatakan merasa puas dan bangga atas kinerja TRK yg sangat baik dan selalu menjaga komitmen. (dr)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!