Surat Prabowo untuk Seorang Donatur

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM;-Di hadapan ribuan relawan,Prabowo di Istora Senayan beberapa hari yang lalu blak – blakan terkait minimnya dana kampanye dan saksi yang Ia miliki.

“Sebenarnya saya sempat under estimate saat Bunda Rachmawati mengusulkan diadakannya acara pembekalan relawan seperti ini,mengapa?,karena saya sudah kalkulasi biayanya sangat besar dan saya tidak memiliki biaya sebesar yang dibutuhkan itu,maka saya sempat menolak ide Bunda Rachma,” ungkap Prabowo.

“Namun saya kaget dengan terlaksananya acara ini,dan saya sudah cek ke panitia,acara ini dihadiri oleh tidak kurang dari 300 LSM dan organisasi relawan bahkan dari Malaysia,Arab Saudi,Australia pun hadir,inilah kekuatan saya,kekuatan yang berasal dari rakyat,ini yang disebut militan,” ujar Prabowo haru.

Prabowo mengajak seluruh relawan ikut menyumbangkan donasi untuk perjuangan didalam pilpres 2019 mendatang,Ia mengaku kesulitan memperoleh credit dari BI,padahal Ia seorang pengusaha yang mengerti regulasi perbankan.

Tentu saja,ajakan Prabowo ini disambut baik oleh para relawan dan simpatisan Prabowo,ada yang menyumbang Rp:5000,10.000,20.000,_dan sumbangan tersebut dikumpulkan secara resmi di sebuah rekening perjuangan Prabowo,bahkan belum lama ini seorang warga pemilik akun @Iqbal meng upload struk transfer ke akun tweeter Prabowo dan menyatakan permohonan maaf karena hanya bisa menyumbang Rp:20.000,_ untuk perjuangan Prabowo menuju Pilpres 20192019.

Tak disangka Prabowo pun menyambut baik tweet Iqbal dengan surat yang ditulis tangan oleh Prabowo dan surat tersebut diupload sebagai balasan tweet Iqbal,Prabowo yang diketahui sedang berada di Singapore ini mengatakan,”terimakasih saudara Iqbal Faisal Adji,Saya terharu atas dukunganmu,bukan besarnya jumlah dana yang penting, keikhlasanmu dan kebersamaanmu yang saya hargai,bersama kita  bela keadilan dan kebenaran untuk rakyat kita,”kata Prabowo dalam suratnya yang diupload di akun resmi Prabowo.

Pembekalan relawan Prabowo Sandi di Istora Senayan Jakarta Kamis 22/11/2018 yang dihadiri 300 LSM dan organisasi relawan dari seluruh Indonesia dan luar negeri yang diprakarsai oleh Rachmawati Soekarno Puteri ini merupakan simbol peruangan rakyat Indonesia menuju Indonesia yang berdaulat adil dan makmur.

Pilpres 2019 merupakan pertarungan antara  Kelompok Masyarakat Ideologis nasionalis Vs Kelompok Masyarakat Gila Kekuasaan dan Uang,hal ini terlihat dari kriteria para pendukung Capres Cawapres yang akan bertarung di 2019.

Tokoh -tokoh yang selama ini vokal memperjuangkan idealisme dan nasionalisme mulai berjatuhan dan silau dengan kemewahan dunia,sedang mereka yang konsisten dengan ideologinya dikriminalisasi oleh penegak hukum yang terkesan mulai tidak netral

Kasus bansos yang dikucurkan kemenpora terhadap Ketum PP Muhamadiyah adalah contoh kriminalisasi terhadap aktivis yang konsisten dengan ideologinya,kepanikan dalam menghadapi arus perubahan sangat terlihat,bahkan yang lucunya,Orang gila pun sedang dibahas agar mempunyai hak pilih dalam pilpres 2019.Jika hal itu benar maka Prabowo akan sangat dirugikan dengan peraturan tersebut.(ruk)

Leave a Reply