Close

 

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM-;Saat ini kampanye sudah digalakan dari masing-masing caleg untuk menyuarakan misi dan visi mereka. Tapi, sayangnya banyak pula masyarakat apatis dengan pileg 2019.

Pantauan dilapangan menghadapi pemilu Pilpres dan Legislatif menemukan pemahaman masyarakat masih banyak yang belum mengerti makna demokrasi yang memprihatinkan.Hal ini terungkap saat beberapa warga Desa Sumorame ditemui,  Selasa (27/11/2018).

Salah satu warga Desa Sumorame Kecamatan Candi MZ (38)kepada deteksi mengatakan,dengan banyak dan  seringnya rasa kecewa warga masyarakat pada saat usai pemilu(pileg),khususnya di Desa Sumorame.

“Kami warga disini kebetulan ada tiga caleg mas, tapi orang (warga) perumahan semua,yakni Mutiara Citra Asri. Warga saat ini pokoknya ada yang memberi rezeki atau uang ya kita pilih(coblos)mas.Karena kecewa dulu-dulu  yang dijanjikan tidak pernah ditepati oleh caleg-caleg.Hal ini selau begitu tiap moment pemilu hanya  janji-janji yang keluar,” beber MZ saat ditemui bersama beberapa warga rw 4 dan rw 5 Desa Sumorame.

“’Oleh karena itu tidak dapat dibelani mas,kami itu tidak butuh bangunan dan janji,masyarakat awam itu hanya butuh bukti bukan janji entah itu caleg orang manapun dari partai apapun kedepannya, ” tegas MZ dengan nada kecewa.

Sementara salah satu caleg Widya Purnomo dari partai Demokrat dapil 2 Candi,Tanggulangin,Porong dan Jabon yang berhaail ditemui deteksi Selasa (27/11/2018) mengatakan ini bukan masalah jadi atau tidaknya pencalonan seseorang,namun yang perlu ditegaskan setiap calon  punya peluang yang sama untuk duduk di DPRD kab. Sidoarjo.

“Sering kita ungkapkan bersama tentang pentingnya menjalani dan menjaga proses bernegara, tentang  pembangunan. Lingkungan anak-anak muda dan masih banyak lagi sesuai dengan kompetensi dan kesempatan yang tersedia.Maka saya memilih menyatakan siap, saat hadir sebuah kesempatan untuk ikut mewarnai pesta demokrasi arah pembangunan manusia dan masyarakat kota Sidoarjo,” ujar Widya.

SUKSESKAN PEMILU DENGAN TENTUKAN PILIHAN 

“Saya berharap  kesempatan yang ditempuh dengan semangat agar aktivitas berdemokrasi tetap menjadi sebuah keceriaan bersama, kebahagiaan bersama.Saya memahami masih banyak masyarakat apatis terhadap pesta demokrasi,” ungkapnya.

” Kita jalankan pemilu sebagai festival gagasan dan karya, dengan maksud baik dengan cara benar dengan menjaga keberadaban menggunakan pikiran yang bersih.Kita boleh beda partai ,kita boleh beda kendaraan tapi kita tetap pada bingkai Merah Putih yang selalu kita jaga bersama,” tegas Widya.

“Mari kita memulai adu gagasan,adu strategi agar Sidoarjo damai dan tertip.Menanggapi persepsi dan komentar warga masyarakat. Dalam pencalonan ini, saya secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kepada masyarakat, keluarga, sahabat saya kawan serta semua  yang telah membatu terhadap proses perjalanan hidup saya dan semoga kedepan bisa menjadikan pembelajaran untuk lebih maju. Jangan lupa gunakan hak pilih kita untuk menentukan 5 tahun kedepan bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan jangan lupa pilih Caleg dari partai mana yang sesuai harapan, membangun daerah untuk lebih baik dengàn mengedepankan peduli lingkungan dan kemakmuran maju darisebelumnya,” ujar Widya.

Sementara Camat Candi Akhmad Iwan Jauhari kepada wartawan mengatakan, bahwa pemilu kali ini dibuat seefisien dan transparan.Tujuannya agar masyarakat bisa mudah memberikan suaranya dan walau ada pandangan masyarakat tersebut terhadap para caleg yang berbeda-beda hendaknya ikut mensukseskan pemilu yang walau begitu  banyak sekali calon, monggo silahkan pilih yang paling sesuai harapan,” ujar Iwan singkat.(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!