Sigap! Satgaspam Lanudal Juanda Selang 3 Hari Ungkap Penyelundupan Senpi Rakitan dan  Benur Lobster

  • Share

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM: – Salut!Satuan Tugas Pengamanan Bandara Internasional Juanda (Satgaspam TNI AL) bersama tim Avsec Angkasa Pura 1 Juanda kembali teruji.Dalam kurun waktu kurang dari 3 hari berhasil gagalkan upaya penyelundupan benur lobster (Babby Lobster)di terminal keberangkatan Internasional (T2), Senin (5/11/2018)

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana di hadapan puluhan wartawan Selasa (6/11/2018) mengatakan, sebelumnya pada Jumat dini hari 2 November 2018 upaya penyelundupan barang illegal yakni senjata api rakitan yang akan dikirim  lewat barang muatan Cargo Bandara berhasil digagalkan petugas.

“Keberhasilan ungkap penyelundupan senpi illegal ini awalnya hasil pendeteksian petugas operator X Ray,” ujar Bayu.

Lebih jauh Bayu menjelaskan,Regulated Agent Angkasa Pura Logistik mencurigai adanya paket dari PT.Pos Indonesia pada saat melewati pemeriksaan didapati pada layar monitor X Ray nampak menyerupai senjata api dan amunisi.

Setelah kordinasi dengan Satgaspam TNI AL dan mengecekisi paket,petugas menemukan sebuah pistol dan rakitan jenis Revolver beserta 13 butir amunisi tajam dan 34 butir amunisi hampa.

Diketahui paket berisi senpi tersebut dikirimkan oleh seseorang inisial JM beralamat di Lumajang dengan penerima paket seseorang dengan inisial HP yang beralamat di Kelurahan Kampung Makassar,Jakarta Timur.

Berdasar data tersebut Satgaspam melakukan langkah komperatif dan koordinasi dengan jajaran kepolisian Polres Lumajang,dan berhasil menangkap sdr.JM warga Dusun Krajan,Desa Njarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang pada hari ituu juga pukul 20.00 wib.

Untuk penerima paket saat ini masih dalam pengejaran petugas,saat ini pengirim paket diamankan di Mapolres Lumajang.Barang bukti sebuah senpi rakitan beserta peralatan perakitan dan amunisi.

“Keduanya melanggar pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api,”  tegas Danlanudal.

Satu Ekor Benur Lobster Keuntungan Rp100.000,-

Penyelundupan Benur Lobster yang digagalkan pada Senin (5/11/2018)dinihari,berawal dari diamankannya calon penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Singapura yang akan berangkat dari Juanda..

Dalam pemeriksaan X Ray isi koper yang dibawa menyerupai benur.Dan dilakukan pengecekan dalam koper berisi 22 bungkus gulungan plastik berisikan 5746 ekor benur lobster jenis pasir dan mutiara.

Seketika petugas mengamankan seorang berinisial HT  laki-laki warga Kecamatan Ilir Timur,Kabupaten Palembang,Sumatera Selatan terang  Bayu.

Danlanudal juga menegaskan,belakangan diketahui dari pengakuan HT,bahwa dirinya masuk ke dalam Bandara bertiga dengan ‘R’ (pemilik Benur dan sekaligus orang yang mengaku-ngaku dari Satgas) dan ‘ E’ kawan dari R sebagai sopir kendaraan CRV Putih milik R.

Mereka bersama-sama melakukan tindak pidana di bidang Perikanan melanggar pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 jo pasal 92 dan/pasal 100 UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan,sebagaimana dirubah UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55 ayat 1 ke -1 KUH pidana jo Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/ Permen-KP/2016. [wan]

 421 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *