Close

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM – Viral dan ramai pemberitaan pembakaran bendera berkalimat Tauhid, serta bentuk protes dan kecaman maupun dukungan kedua pihak antara Banser dan HTI banyak mendapat sorotan pro dan kontra masyarakat.Hal itu memicu permasalahan baru terkait penyebutan “HTI organisasi terlarang”.

Pernyataan kuasa hukum HTI Yuzril Ihza Mahendra di media, menyebutkan atas pencabutan badan hukum HTI tidak ada kalimat HTI organisasi terlarang.Dan akan mensomasi pihak yang menyebut.

Sementara menyikapi atas aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  di Garut,Jawa Barat sebelumnya diberitakan deteksionline.com sikap ketua cabang GP Ansor Sidoarjo H Rezza Ali Faizin tegas menyampaikan sikapnya.

Rezza mengatakan kepada deteksionline,  Senin (5/11/2018) menolak kalimat tauhid untuk dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu. Menolak bendera yang bertuliskan kalimat tauhid dijadikan alat politik apa pun.

“Kami nengutuk keras pemakaian kalimat tauhid di bendera organisasi yang dilarang negara,dan mengecam pihak pihak tertentu yang mempolitisasi kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut,””pungkas Rezza Senin (5/11/2018).

“intinya mendukung Ansor/Banser untuk terus menjaga keutuhan NKRI dari paham tertentu yang sifatnya sesat atau dilarang di Indonesia,”tegasnya.

Sementara Komandan Banser Sidoarjo,Khoirul Anam,menyampaikan apapun demi keutuhan dan kesatuan Bangsa NKRI Banser siap kawal dan mendukung sahabat-sahabat banser maupun Ansor dimanapun.

“Kami satu komando dalam penegakan kebenaran dan kebersamaan dalam berorganisasi,tegas Komandan banser.Kami kader yang terlatih dan terpimpin untuk itu sampai kapanpun dan dimanapun akan siap melawan siapapun yang melawan dan memecah belah NKRI,tegasnya.[wan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!