Close

SIDOARJO, DETEKSIONLINE.COM:- Isteri anggota TNI berinisial IW dilaporkan ke Polsek Candi karena memukul wanita tetangganya sendiri. Aksi pemukulan itu dipicu oleh persoalan sepele buntut dari masalah anak-anak.

Kasus ini dilaporkan oleh  Novita Lidya Debiorient (35), korban yang juga warga Permata Pinang Graha, Jambangan, Kamis (11/10/2018) malam.

Kapolsek Candi Kompol Fatahul Azmi saat dikonfirmasi Jumat (12/10/2018) membenarkan pelaporan pemukulan dengan nomor TBL/273/X/2018/JATIM/RESTA SDA/SEK CND.

Dalam laprannya, Debi panggilan akrabnya, mengaku dibogem IW, sehingga pelipis mata kanan memar, kaca mata minus pecah, serta patah gagangnya.

“Ini kok main pukul. Ini negara hukum, saya tidak terima. Harus ada proses hukum, supaya jangan sampai terjadi hal serupa pada orang lain. Jangan karena suaminya anggota, terus kita tidak berani,” jelas Merri, kakak kandung Debi yang mendampingi.

Debi menjelaskan, bahwa, awalnya Selasa (9/10), sepulang mengaji putranya bernama Saqi mengadu kalau tasnya dikasih slam (sejenis mainan perekat).

“Saya tanya katanya yang memberi putra Bu IW,” tegasnya.

Esoknya, saya tanya, “Nak, kenapa tasnya adik Saqi  diberi slam? Ternyata dia jawab ‘bukan saya’. Itu dengan dana tinggi,” katanya.

Debi mengaku tidak masalah. Sampai kemudian ada teman lainnya muntah di tas anak saya. “Saya juga tidak ada masalah apa-apa,” tegasnya.

Tiba-tiba, Kamis (11/10), tegasnya, sewaktu mengantarkan Saqi mengaji, dia melihat IW yang juga mengantar putranya. Ia berdiri di depan pintu masuk TPQ.

“Dia tiba-tiba marah, ‘Sopo sing ngarani anaku ngekei slam kene tak babate (siapa yang mencurigai anak saya memberi slam, kini saya babatnya red)” ujar Debi menirukan tetangganya.

Masih kata Debi, ia mendengar perkataan yang sangat keras tersebut. “Dan tanpa sengaja saya melihat ke beliaunya, karena  merasa tersinggung saya lihat, rupanya tidak terima. Lalu bertanya kepada saya, ‘lapo koen nontok ae’ (mengapa kamu melihat terus red.),” jelasnya.

“Setelah itu langsung membogem mata saya sebanyak 3-4 kali, tanpa mendengarkan penjelasan saya dan menarik kaca mata saya untuk sengaja dirusak,”  urai Debi.

Kapolsek Candi Kompol Fatahul Azmi akan menangani masalah ini dengan profesional. Dengan pelaporan itu siapapun warga negara yang merasa dirugikan, dan melapor ke polisian kita wajib menanganinya dengan professional.

“Memeriksa saksi-saksi mencari bukti-bukti yang mendukung dan disertai visum bahwa itu perbuatan yang melanggar hukum. Sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membuat terang suatu masalah atau perkara sehingga bisa kita ajukkan untuk proses hukum,” jelasnya.

Masih kata Fatahul, tapi seandainya apabila kedua belah pihak bisa melakukan damai tidak mencuat kepermasalahan hukum, bisa juga kita melakukan mediasi bagi kedua belah pihak, sehingga tidak kaku kita dalam penerapan masalah hukum ini.(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!