Penampung Timah Ilegal Ditangkap Tim Mabes Polri

  • Share

SUNGAILIAT, BABEL, DETEKSIONLINE.COM:
Diduga menampung timah dari hasil penambangan ilegal, smelter Panca Mega Persada ( PMP) yang terletak dikawasan Industri Jelitik Sungailiat digerebeg oleh Tim Bareskrim Mabes Polri, Kamis (11/10/2018).

Berdasarkan pantauan wartawan, beberapa barang bukti ( BB) yang dibawa dan dititipkan di Mapolres Bangka, diantaranya satu unit mobil dump truck warna kuning dengan nomor polisi BN 8036 QB milik TN alias Sy yang membawa muatan pasir timah kering sebanyak 9 ton.Pasir timah itu yang ditangkap itu sudah dikemas didalam Bag Jumbo bewarna coklat.

Pengakuan sopir truk saat diinterogasi, pasir timah tersebut berasal dari kolektor AK tinggal di Jebus kecamatan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat, sopir truk mengaku asal usul timah tersebut dari penambangan ilegal di kawasan Parit Tiga dan Jebus,

“timah ini milik kolektor AK, saya tidak tau asal usulnya pak, kemungkinan dari tambang rakyat, memang banyak tambang ilegal di Parit Tiga dan Jebus”, katanya di kantor Polres Bangka.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Rio Reza Parindra saat dikonfirmasi membenarkan ada diamankan 1 unit dump truck warna kuning yang membawa muatan pasir timah sebanyak 9 kantung besar oleh Mabes Polri,

“Yang nangkap dari Mabes bersama Polda. Untuk pastinya saya kurang tau karena baru saja sampai,” katanya.

Pantauan wartawan di Polres Bangka, seusai dump truk berikut muatannya diamankan di Mapolres Bangka, terlihat beberapa orang karyawan yang menggunakan baju berlogo PT Panca Mega Persada datang sembari membawa map sekitar pukul 13.20 WIB.

Namun belum jelas apa maksud dan tujuan kedatangan sejumlah karyawan smelter ini ?

Penyidik juga belum  mau memberikan keterangan lanjutan terkait kedatangan para karyawan smelter. Pantauan wartawan dilapangan hingga kemarin sore, pemeriksaan terhadap pihak smelter masih berlangsung, sumber ( seperti dikutip dari rapos).

Kapolda Babel Brigjen Syaiful Zachri belum mau memberikan keterangan apapun terkait penangkapan timah di smelter PMP tersebut, pesan WhatsApp yang dikirimkan sejak pagi tadi belum dijawab olehnya.

Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Mukti Juharsa hanya menjawab singkat, bukan saya yang nangkap,

“Itu bukan saya,” ujarnya singkat, Jumat (12/10/2018). (rb)

 

 701 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *