Close

BELINYU, SUNGAILIAT, DETEKSIONLINE.COM-Kepala Dinas PU PR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noviar ST menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi saluran banjir Sungai Lumut dusun Parit Kelapa Desa Gedong di Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka itu sedang berlangsung, dengan harapan hasilnya sesuai RAB.

“Rasanya sudah cukup, info dari Kabid SDA samalah.. Tks atas informasi dan masukannya, akan kami perhatikan. Kegiatan tersebut masih dalam proses, mdh2an hasilnya nanti sesuai dengan harapan kita semua atau RAB,” jelas Noviar melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/10/2018) saat menjawab konfirmasi Amunisi News dan Deteksionline.com.

Seperti diketahui normalisasi adalah usaha untuk mengembalikan sungai ke fungsi awalnya. Normalisasi dilakukan saat kondisi sungai sudah terlalu dangkal sehingga membutuhkan pengerukan, banyaknya dinding sungai yang rawan longsor, adanya sistem aliran yang belum terbangun dengan baik, dan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disalahgunakan untuk kegiatan pertambangan oleh penduduk setempat.

Namun dalam kenyataannya proses dari hasil normalisasi yang diharapkan tidak sepadan dengan biaya besar yang dikeluarkan, seperti pada paket Normalisasi saluran banjir Desa Sungai Lumut dusun Parit Kelapa Dusun Gedong di Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka.

Padahal dana yang dikeluarkan untuk normalisasi itu sebesar Rp.1.527.715.000.00 dengan nomor kontrak ; 610/11/SPK/DPUPR/APBD/V/2018, dikerjakan oleh rekanan PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung CV.Kamikawa, kontrak pada tgl 23 mei 2018 berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hasil normalisasi itu nampak terlihat saluran Sungai masih dipenuhi oleh pasir dan lumpur, seakan akan tidak pernah dilakukan pengerukan. Daerah Aliran Sungai ( DAS)  masih terlihat dangkal dan berlumpur.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  Bariansyah  Saputra ST beralasan, pekerjaan itu sudah dilakukan dan itu terlihat sudah dangkal karena Sendimen dari atas itu yang turun terus.

“Ada Sendimen dari atas itu yang turun terus, jadi sudah ketutup lagi,” katanya diruang kerjanya, Jumat (5/10).

Tetapi sewaktu disinggung bagaimana langkah selanjutnya, Bariansyah belum berani menjelaskan langkah selanjut apa, selain itu Bariansyah juga belum menjelaskan realisasi terkait pembayarannya, apakah sudah seratus persen atau baru termin kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!