Close

 

“Neneng Hasanah Yasin berjanji akan memikirkan nasib para guru honor di Kabupaten Bekasi”

BEKASI, DETEKSIONLINE.COM – Bak buah simalakama itulah pepatah yang tepat untuk posisi Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, pasalnya gaji guru honor di Kabupaten Bekasi pada 3 tahun kebelakangan berkisaran di angka Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu setiap bulannya, jelas bahwa kebijakan terdahulu sangat jauh dari standar kebutuhan hidup layak apalagi UMK Bekasi.

Merasa ada kesenjangan sosial yang sangat jauh antara guru honor dengan Pegawa Negeri Sipil (PNS) diera kepemimpinannya, Neneng berinisiatif menaikkan honor guru di Kabupaten Bekasi dari Rp 300 ribu menjadi Rp 1,2Juta perbulan.

Namun kini, Neneng Hasanah Yasin, yang pernah memperjuangkan nasib para guru honor di Kabupaten Bekasi malah didemo. Senin (24/9/2018) lalu dengan tuntutan kenaikan gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Kabupaten Bekasi.

Bahkan dalam orasinya, pendemo akan terus menjalankan aksinya dengan turun ke jalan hingga hari Jum’at (28/09/2018) besok.

Seorang peserta aksi saat ditemui di Halaman Kantor Kecamatan Tambun Utara mengatakan jika pihaknya menuntut gaji kami disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak alias UMK Kabupaten Bekasi.

Kemudian pihaknya (guru honor) menuntut mendatabeskan guru honor di data base BKD dan Surat Keputusan (SK) bagi seluruh Guru honor Kabupaten Bekasi.

Sangat disayangkan jika demo tersebut terus dilakukan, maka siswa yang akam menjadi korban. Sebab 60 persen guru yang mengajar di seluruh sekolah di Kabupaten Bekasi merupakan guru honor.

Karena pertimbangan tersebut maka, Bupati, Neneng Hasanah Yasin bersedia menjumpai 50 orang perwakilan guru honor dan berupaya menampung dan memikirkan tuntutan yang disampaikan.

Namun tuntutan menaikan tarif sesuai UMK sangat mustahil terkabul, karena anggaran APBD Bekasi tidak akan cukup membayar 10 ribu guru honor.

“Saya sangat merespons tuntutan para guru honor tersebut, dulu saat mereka masih bergaji Rp 300 ribu saya langsung menaikan menjadi Rp 1,2 juta perbulan, itu bukti bahwasaya sangat sayang kepada mereka. Namun mengapa kali ini mereka berdemo dengan cara yang menurut saya kurang etis, yakni melakukan cap jempol darah,inikan tidak etis bagi profesi seorang pendidik,” sesalnya.

“Yang nehnya lagi adalah pemaksaan mengeluarkan SK padahal itu kan bukan kewenangan saya. Sebab ada Peraturan Penmerintah (PP) yang melarang seorang Bupati mengeluarkan SK,” tegasnya.

Neneng berjanji akan memikirkan nasib para guru honor, dengan menurunkan tim guna memverifikasi seluruh guru honor di Kabupaten Bekasi.

“Ada berapa orang dari mereka yang mempunyai sertifikasi, kompetensi untuk mengajar tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyesuian kebutuhan guru honor di Kabupaten Bekasi. Pokoknya diakhir jabatan saya ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat Bekasi,” janjinya. (Tim)

Editor : Yori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!