by

Aktivitas Kapal Keruk Rugikan Nelayan Sadai

TOBOALI,BABEL, DETEKSIONLINE.COM:Aktivitas Kapal Keruk yang mengeruk alur di Perairan Sadai, Kecamatan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan dikeluhkan oleh nelayan Sadai karena diduga mengeruk alur tidak sesuai perjanjian awal dengan nelayan Sadai.

Pasalnya kegiatan kapal keruk itu sejak 5 tahun lalu mulai mengeruk alur sampai sekarang tidak begitu memberikan manfaat kepada nelayan, bahkan aktivitas itu memberikan dampak buruk kepada nelayan di Sadai.

Hal itu diketahui setelah beberapa wartawan melakukan investigasi langsung ke Sadai, Kamis (14/9).

Ketua Nelayan Bagan Apung Desa Sadai Nasir (36) saat ditemui di Sadai kecamatan Sadai pada Kamis (14/9) mengatakan bahwa selama ini tidak ada keuntungan apapun dari hasil pengerukan ini, padahal sudah 5 tahun berjalan, bahkan menyebabkan air laut menjadi keruh dan tangkapan kami menjadi berkurang, belum lagi lalu lintas Tongkang angkut mereka yang lalu lalang di antara bagan-bagan.

“Tidak ada hasilnya padahal sudah 5 tahun mengeruk disitu, bahkan membuat tangkapan ikan kami menjadi berkurang karena air menjadi keruh dan cahaya lampu kami menjadi dekat, apalagi lalu lalang Tongkang pengangkut Pasir itu,” keluhnya, Kamis (14/9).

Senada dengan Ketua Nelayan Bagan, Ketua LP2TRI Bangka Selatan Ali (34) mengatakan kalau memang tidak ada manfaatnya untuk nelayan, sebaiknya aktifitas pengerukan alur oleh kedua Kapal Keruk Bumi Tama dan Kapal Keruk Bina Sarana di perairan Sadai itu ditinjau ulang pemberian ijinnya,

“Kalau memang aktifitas mereka diluar perjanjian dan tidak ada manfaatnya bagi Nelayan, bahkan sangat meresahkan Nelayan lebih baik ditinjau ulang perijinannya,” kata Ali, Kamis (14/9) di Sadai.

Ali juga mempermasalahkan akibat pengerukan alur tersebut dapat membuat wilayah Pantai Sadai menjadi Abrasi dan kalau sudah menjadi Abrasi akan menyebabkan banjir Rob seperti yang pernah terjadi di Semarang Jawa Tengah,

“Kalau dibiarkan terus, pantai Sadai akan mengalami Abrasi karena pasirnya diambil dan suatu saat akan terjadi banjir Rob,” kata Ali lagi.

Sementara itu terkait keluhan dan keresahan masyarakat Sadai atas aktivitas Kapal Keruk Bumi Tama dan Bina Sarana yang tidak memberikan manfaat bagi nelayan Sadai dan bahkan memberikan dampak buruk bagi nelayan, Camat Kecamatan Sadai Jamroni belum bisa memberikan penjelasan apapun, dengan alasan mau konfirmasi dulu,

“waalaikumsalam.maaf baru pegang hp, nanti saya konfirmasi data dulu yaa,” tulis Jamroni melalui pesan Whats App. (HS)

34 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed