Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Catatan sejarah ditemukannya permainan golf belum dapat dipastikan, karena dari beberapa catatan sejarah yang mengatakan bahwa permainan golf ditemukan diabad ke 15 di Eropa.Pendapat ternyata dipatahkan dengan teori yang menyatakan bahwa olah raga yang digambarkan sejenis dengan olah raga golf saat ini telah ditemukan di China pada abad ke 10, yaitu pada Dinasti Song.Olah raga ini berkembang pesat di Eropa, yaitu di St. Andrews, Skotlandia yaitu sejak 1552. Sehingga St. Andrews dijadikan kiblat untuk golf hingga saat ini.

Golf game disebut juga sebagai “gentlemen game”, karena memang pada awalnya hanya dimainkan oleh kaum pria saja, hingga diresmikannya Golf Club Wanita pertama di Skotlandia, pada tahun 1895.

Sejak awal masuknya olahraga golf di Asia menjadikan jenis olahraga ini sebagai olah raga kaum elite, olah raga untuk para pebisnis atau olahraga untuk kalangan tertentu saja, karena untuk bisa bermain golf membutuhkan investasi yang tinggi dan biaya yang mahal.


Investasi yang dimaksudkan adalah untuk pembelian alat2 bermain golf, serta biaya untuk bermain golf yang mahal, antara lain untuk menyiapkan sepatu khusus; dan pada umumnya lapangan golf di Asia, khususnya di Indonesia adalah “members-only” golf club. Sedangkan permainan golf di negara asalnya di Skotlandia tidak semahal di negara-negara Asia. Hampir setiap keluarga di Skotlandia dapat bermain golf.

Sesuai perkembangan jaman, maka olahraga golf-pun ikut menyesuaikan dengan perkembangan ini. Ditunjang dengan kemajuan tehnologi, maka kita bisa berlatih dan bermain golf di dalam ruangan, atau lebih dikenal dengan istilah in-door golf.

Di beberapa Negara di Asia, terutama di Korea, indoor-golf adalah sangat popular. Hal ini disebabkan karena tidak cukupnya waktu untuk bermain golf di lapangan golf baik disebabkan karena jarak yang cukup jauh (biasanya berlokasi diluar kota), terbatasnya waktu (bermain golf di lapangan golf membutuhkan rata-rata 4 jam 15 menit (tidak termasuk transportasi menuju ke lapangan golf), sedangkan untuk bermain di “indoor-golf” hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menyelesaikan 18 holes.

Olahraga golf di Indonesia, diharapkan dapat berkembang lebih pesat lagi di waktu mendatang, terutama dapat menjangkau kaum menengah ke bawah dan disukai oleh kaum milenial.
Ikutsertanya peran pemerintah dalam menata olahraga golf, yaitu dengan menambah jumlah lapangan golf untuk publik; dan membatasi jumlah lapangan golf untuk “members-only”.
Indonesia memiliki area berdekatan dengan laut yang sangat luas, diarea ini sangat cocok untuk membangun lapangan golf jenis “links” yang tidak membutuhkan biaya pemeliharaan semahal lapangan golf diperkotaan.

Olahraga golf merupakan tempat komunitas untuk mengembangkan jaringannya (jaringan kerja), terutama dapat dijadikan sarana komunikasi dan pertemuan antar pemain, misalnya dapat menciptakan hubungan antara pemain2 golf pemula untuk perusahaan-perusahaan pemula juga (start-up companies).

Lebih banyak didirikan fasilitas (indoor-golf), selain karena permainan golf didalam ruangan memberikan sensasi bermain golf yang sebenarnya, bermain golf di dalam ruangan juga tidak membutuhkan biaya tinggi. Karena “indoor-golf” akan menyiapkan alat2 bermain golf dengan sistem sewa.

Sarana indoor-golf juga dapat dilengkapi dengan sarana lain, misalnya: café, yang dapat dijadikan tempat pertemuan kaum muda, baik untuk sekedar “chatting” maupun untuk keperluan tempat pertemuan bisnis. Sehingga, olahraga golf dapat dikemas dengan lebih menarik yang cocok dengan “gaya hidup” anak muda jaman sekarang, dan dengan biaya yang jauh lebih rendah, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan. (budi setiawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!