Close

TOBOALI,BABEL, DETEKSIONLINE.COM: Setelah menuai tudingan dari LSM Gebrak Babel terhadap proyek Pemanfaatan Jaringan DR Batu Betumpang Bangka Selatan yang hanya menghamburkan uang negara, Camat Kecamatan Batu Betumpang Sumindar Msi sangat menyayangkan saat pembangunan Irigasi Batu Betumpang, pihak Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung tidak melakukan koordinasi lintas elemen, dengan kelompok Tani, Dinas Pertanian Kabupaten, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Kabupaten, supaya pembangunan tersebut betul – betul sesuai ekspektasi dan harapan seluruhnya,

 “TIpikal persawahan di Desa Batu Betumpang, Fajar Indah, Sumberjaya Permai, Sukajaya dan Panca Tunggal agak unik, yaitu ketika hujan turun air berlebihan dan ketika kemarau sebentar air kering. Hal ini mempengaruhi masyarakat dalam bercocok tanam. Maka ketika irigasi selesai dibangun tetapi belum dimanfaatkan oleh masyarakat dipengaruhi oleh faktor tersebut”, jelas Sumindar melalui pesan Whats Aap, Selasa (11/9).

Dikatakan Sumindar, terkait dengan proyek irigasi menghamburkan uang negara, ini sangat debatible, tergantung sudut pandang yang menilai. Tapi seyogyanya ketika akan membangun harus koordinasi lintas elemen, dengan kelompok Tani, Dinas Pertanian kabupaten, Pemerintah Desa, Pemerintah kecamatan maupun kabupaten, supaya pembangunan tersebut betul – betul sesuai ekspektasi dan harapan seluruhnya,

“seyogyanya ketika akan membangun pihak Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII harus berkoordinasi lintas elemen, dengan Kelompok Tani, Dinas Pertanian Kabupaten, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten”,lagi jelas Sumindar.

Meskipun begitu, Sumindar berharap desa dan kecamatan mesti terlibat dalam pengawasan secara resmi, sehingga para pemborong dan sejenisnya tidak seenaknya,

“saya berharap desa dan kecamatan terlibat dalam pengawasan secara resmi, sehingga pemborong tidak seenaknya, sesuai petunjuk Gubernur Babel, bahwa pembangunan di wilayah kecamatan, Camat wajib tahu, mulai dari proses perencanaan sampai proses pencairan, bahkan Pak Gubernur lebih detail lagi, Camat ikut tanda tangan pada proses akhir”, tulis Sumindar.

Pada berita sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ada beberapa paket pekerjaan yang dikerjakan oleh Satker PU TR SNVT Pelaksaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII yang dituding hanya menghamburkan uang negara karena tidak bermanfaat dan sudah dipenuhi semak belukar, seperti pada paket Irigasi Batu Betumpang senilai Rp 5,7 milliar Tahun Anggaran 2016 dan pada paket Irigasi lanjutannya senilai Rp 4,9 milliar yang kedua paket itu dikerjakan pemborong atau rekanan atas nama Rina Tarol.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) dari Satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) Rudi Susilo ST saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telpon tidak mengetahui dimana lokasi pekerjaan tersebut

“Maaf pak saya tidak faham pekerjaan yang bapak maksud karena di daerah persawahan itu ada beberapa Desa yang sudah dibangun irigasi” kata Rudi Susilo mengaku masih dilapangan. Senin ( 27/8/2018 )

Namun Rudi mengaku kalau pekerjaan saluran irigasi yang sudah dibangun itu tidak dimanfaatkan adalah salah dari pihak petani desa tersebut “Itu ( saluran – red ) kesalahan dari pihak Desa dan petaninya pak” kata Rudi

Disinggung mengenai pembangunan tidak tepat sasaran Rudi mengatakan pihaknya membangun sesuai dengan adanya usulan dan permintaan dari pihak Desa setempat

“Pembangunan yang kami laksanakan sesuai dengan usulan permintaan para petani melalui Desa” kata Rudi.

Sangat disayangkan, walaupun tidak ada manfaat dan terkesan ditelantarkan, pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung sampai saat ini belum melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat yang diduga sudah merugikan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!