Polda Metro Ringkus Pengedar Happy Five Yang Nyamar Jadi Driver Ojek Online

  • Share

DETEKSIONLINE.COM – Jajaran Subdit 2 Ditnarkoba Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Doni Alexander berhasil mengungkap kasus narkoba Psykotropika jenis Happy Five dari tangan pelaku S dan H atas suruhan E (DPO).

Happy Five tersebut berasal dari Taiwan dan dikemas dalam paket makanan, kemudian dibawa masuk ke Indonesia melalui jasa ekspedisi.

AKBP Doni Alexander mengatakan jika pihaknya telah melakukan pengintaian terhadap pelaku S selama 1 bulan.

Doni mengatakan jika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dimana menargetkan tersangka berinisial S.

“S kerap melakukan peredaran beberapa jenis narkotika di Indonesia, sehingga tim kami melakukan penyelidikan dan tim kami melihat pelaku melintas di daerah lampu merah Ahmad Yani wikayah kota Tangerang dengan menggunakan modus jaket salah satu Ojek Online (Ojol) di indonesia dengan membawa satu dus yang kami curigai berisi narkotika,” Kata AKBP Doni Alexander dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/8/2108).

Tak mau menunda lagi tim segera meringkus S yang mengaku sebagai tukang ojek online (Ojol).

“Awalnya dia tidak mau mengakui bahwa mengetahui atau bekerja sebagai kurrir maupun pengedar. Namun dalam proses penyelidikan tersangka mengakui atas suruhan inisia E mengambil dari daerah wilayah kota Tangerang yang mana di situ info dari yang menyuruh adalah berisikan Psikotropika jenis Happy Five,” ungkapnya.

Dari S Polisi kembali menangkap pelaku H di Jalan Buelevard Mutiara Palem, Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

“Dari S kita dapat suspect (tersangka) ke dua, H, nah dari dia ini kita mendapatkan info terkait inisial E tersebut, dan kami melakukan penggerebekan di kediaman inisial E namun ia sudah melarikam diri keluar negeri,” jelasnya.

Puluhan ribu butir Happy Five ini tergolong kelas 1, dengan nilai jual perbutirnya berkisar Rp 300-400 ribu/butir.

“Tergolong kelas 1. Kurang lebih 20 ribu jiwa yang berhasil diselamatkan,” pungkasnya.

Doni menambahkan jika saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengejaran dengan melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 61 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Editor : Yori

 527 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *