by

Pernyataan Jokowi Cermin Budaya Indonesia

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM:Pernyataan Jokowi kepada relawannya di Sentul tanggal 4 Agustus 2018 justru meminta kepada relawan jangan ikut – ikutan kampanye hoax, kampanye fitnah, kampanye SARA, namun bila ditekan terus dan disudutkan terus maka relawan tidak perlu takut, harus berani melawan.

Ini adalah sifat Bangsa Indonesia, tidak mau mencari musuh namun bila terus-menerus disudutkan, maka ada istilah Semut bila diinjak pun akan menggigit.

Menurut Ketum Jokowi Macan Asia Drs. Amin Minhan, S.H pernyataan Jokowi itu adalah pernyataan sikap dan budaya Bangsa Indonesia, yang selalu mengedepankan perdamaian, tidak mencari musuh. “Namun kalau sudah keterlaluan harus dilawan, dalam rangka menegakkan kebenaran,”tegasnya kepada jurnalis Deteksionline.com

Jadi jika ada pernyataan yang menyatakan bahwa Jokowi meminta relawannya berkelahi itu tidak memahami Semantik Bahasa Indonesia, suatu bahasa untuk mendapatkan pengertiannya yang utuh dalam satu paragraf tidak boleh dipenggal berdasarkan kata perkata, atau kalimat perkalimat, namun harus dilihat secara utuh dalam sebuah Paragraf Narasi kalimat tersebut.

Justru Inti dari kalimat Pak Jokowi meminta relawannya tidak ikut ikutan terjebak dalam kampanye yang tidak mendidik yaitu Kampanye hoax, kampanye fitnah, kampanye SARA, yang justru bisa merusak dari tatanan budaya bangsa yang welas asih, namun bila ada pihak yang terus-menerus menggunakan cara2 yang tidak beradab, Relawan tidak perlu takut dalam mempertahankan kebenaran. “Itulah inti dari pernyataan Presiden Jokowi,” tegas Amin.

Menurut Amin Minhan itu pernyataan normatif yang menunjukkan sifat Bangsa Indonesia yang welas asih namun juga tidak gentar bila diserang.
(Budi.S)

37 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed