by

Bukti Sah Pelapor Tidak Terbantahkan Oleh Terdawa Kasus Pulau Pari

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Perjalanan sidang sengketa lahan Pulau Pari makin seru. Kemarin Senin (23/7) Pengadilan Negeri Jakarta Utara memanggil saksi Pintarso Adijanto untuk memberikan kesaksiannya. Usut punya usut, Pintarso adalah pemilik dari lahan yang bersengketa.

 

Meski begitu, Pintarso lancar menjelaskan duduk perkara yang telah menyeret nama Sulaiman sebagai terdakwa. Dibangku pesakitan, Pintarso menuturkan jika dirinya telah memiliki aspek legal atas tanah seluas 4,900 meter ini.

 

“Tanah dibeli oleh orang tua saya pada tahun 1991. Untuk harga saya lupa yang mulia,” ucap Pintarso.

 

Majelis Hakim, Ramses Pasaribu pun mencoba meredam kegaduhan jalannya sidang. Untung, palu hakim tidak diketuk. Ia hanya menegur halus dan sidang kembali dilanjutkan.

 

Ramses pun sempat menanyakan apakah Pintarso mengenal terdakwa Sulaiman. Dengan nada lirih, Pintarso menjawab mengenal Sulaiman beberapa tahun kebelakang ini. Duduknya Sulaiman tak lain sebagai terdakwa atas kasus penyerobotan lahan seluas 1.000 meter.

 

Akhirnya Juni 2018 lalu pihaknya melayangkan somasi yang berlanjut diamankannya Sulaiman. Kini, lahan sengketa dipasangi plang nama. Untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan, Pintarso mengerahkan sejumlah satuan pengamanan.

 

Disatu sisi, keabsahan Sertifikat Tanah yang dimiliki pihak Pintarso dirasa Kuasa Hukum tidak perlu diperdebatkan. Eric Branado yang ditunjuk sebagai pengacara mengatakan bahwa kemungkinan Jaksa akan memanggil Badan Pertanahan Nasional. “Kita hadirkan BPN juga kok. Nanti makin seru jalannya sidang,” ujarnya.

Legalitas atas tanah seluas 4900 ini pun diperkuat dengan Sertifikat Tanah dengan nomor 234. Nama saudara dan ibu Pintarso pun tercantum dalam sertifikat tersebut. Sidang sendiri kemudian dilanjutkan pada Senin (30/7) dengan agenda pembacaan saksi.

65 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed