Close

 

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: Alumni SMPN 130, Jakarta Barat, Minggu (8/7) menggelar hahal bi halal di Hotel Ibis, Jalan S Parman, Sli Jakarta Barat. Dalam acara itu, panitia menghadirkan dua orang guru, Saleh Usman dan Syamsudin.

Kedua guru yang termasuk idola di masany itu begitu terharu mendapat kesempatan bertemu dengan murid-muridnya yang kini rata-rata sudahberusia 52tahun. “Saya sendiri sudah 66 tahun, beberapa hari lalu,” kata Saleh  Usman.

Momen hari yang diseting untuk saling memaafkan itupun d8igunakan pula untuk merayakan HUT pak Saeh Usman dan dua alumni Stipoel 82 Sri Utoyo dan Lies. Merekla meniup lilin bersama.

Ketua Panitia, Arif Efendi  mem-flashback  kisah-kisah masa lalu, yang diyakini tak mungkin terlupakan oleh para alumnus. “Saya gembira acara ini bisa terlaksana, tak lain karena keinginan kita yang sama untuk terus menjalin komunikasi,” kata Arif.

Selanjutnya sesuai rundown acara adalah tausyiah oleh Ustadz M Haris, yang juga Stipoel ’82. Lulusan Universitas Indonesia yang menguasai empat bahasa asing ini (Inggris, Jerman, Jepang dan Arab) lebih banyak memaparkan arti tausyiah dan pengalaman hidupnya ketika menjadi Staf Kedubes Indonesia di Beijing.

Menurutnya sangat banyak godaan dunia yang bisa menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan dan pengkhianatan kepada negara (korupsi). “Alhamdulillah cahaya Allah melintas membuat saya kuat, dan mengakhiri karir di Deplu,” kata Ustadz M Haris yang kini dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Ustadz M Haris

Perwakilan alumnus H Munadi, yang juga dosen di perguruan tinggi swasta dengan menggebu-gebu layaknya seorang orator mengajak untuk selalu bertolong menolong dalam kebaikan. “Wa ta’awanu ‘alal birri wat taqwa, wa la ta’awaunu alal itsmi wal ‘udwan.(Saling menolonglah kalian dalam hal kebaikan dan janganlah saling men0long dalam dosa & permusuhan ),” ajak H Munadi.

Beberapa alumni sepakat bila hahal bi halal itu disebut ‘Silaturrahmi Nasional’ karena peserta datang dari berbagai kota yang berbeda pulau.Seperti Komaria, isteri seorang pengusaha sawit yang kini bermukim di Pontianak, Kalimantan Barat, Sriutoyo pengusaha tembakau dari Tumenggung, Jawa Barat serta Satina kontraktor sukses dari Cirebon.

Acara puncak yang sangat mengharukan adalah ketika perwakilan Stipoel memberikan bingkisan kepada guru Saleh Usman dan Syamsudin, sebuah hadiah untuk ikatan tali asih antara guru dan murid-muridnya. “Jangan dilihat nilainya tapi, ini sebuah ketulusan tanda terimakasih kami kepada guru,” ujar Deswita seusai memberikan bingkisan tersebut.

Pak Saleh yang dari muda menggemari musik, tak menolak ketika didampuk membawakan sebuah lagi diiringi organ tunggal. Mengalunkan lagu Cukup Dua Kali dari Trio Ambisi, vokal Pak Saleh sangat prima dan penghayatan yang mendalam, membuat anak-anak muridnya patut mencontoh bagaimana menjaga kebugaran fisik agar tak cepat menuah.

Kisah masa lalu, ketika masih kanak-kanak memang sulit dilupakan. Ada kenakalan, kesedihan, dan keceriahan yangbila diingat membuat pelaku tersebyum, bahkan bisa terbahak-bahak. (dra)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!