Close

 

CIKARANG, DETEKSIONLINE.COM – Para perangkat desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Bekasi harus gigit jari pada lebaran tahun 2018 ini.

Pasalnya Alokasi Dana Desa (ADD) yang biasa digunakan untuk membayar honor mereka, hingga H-4 lebaran tak juga kunjung cair. Padahal, ADD tersebut merupakan harapan bagi para perangkat desa dan anggota BPD untuk memehuhi kebutuhan saat merayakan lebaran nanti.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD) Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkifli menilai jika masalah muncul karena dipicu oleh lambannya pihak desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban soal penggunaan dana desa sebelumnya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi

“Penyebabnya ada banyak hal, yang paling pertama menurut saya karena lambatnya pihak desa menyampaikan laporan yang berkaitan dengan kelengkapan SPj. Akhirnya beberapa kali kesalahan lalu memakan waktu,” kata Zuli Zulkipli kepada wartawan, Senin (11/06) malam.

Selain itu menurutnya, terdapat kelalaian dari DPMD Kabupaten Bekasi dalam hal pencairan ADD ke pihak desa.

Karena ketika di ranah keuangan sudah selesai, maka semestinyanya DPMD mengawal saat sudah di bank BJB. Jadi bukan hanya ketika sudah selesai diberikan ke keuangan. Akan tetapi selesai perkara harus dikawal.

“Artinya, memang banyak keterlibatan banyak pihak antara lain aparatur desa dan Dinas PMD sehingga Bank BJB lambat menginput ke rekening masing-masing desa,” ucapnya.

AUDENSI DENGAN BUPATI

Melihat kondisi ini, ia mengatakan pasca idul fitri nanti, Forum BPD akan membahas persoalan ini dengan pihak-pihak terkait agar kedepannya tidak terulang kembali.

“Renacana tanggal 19 Juni kita mau audiensi dengan Bupati, DPMD, Bagian Keuangan. Intinya agar hal ini tidak akan terjadi lagi ke depannya,” pungkasnya. (Parlin siregar)

Editor : Yori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!