Rencana Tambang Pasir Kwarsa di Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak Toboali Dipertanyakan

  • Share

rencana tambang

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM :Beberapa LSM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempertanyakan bakal adanya aktifitas atau kegiatan penambangan Pasir Kwarsa di Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak Toboali Bangka Selatan.

Seperti salah satu Anggota LSM di Bangka Selatan yang mendesak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan untuk mencabut Rekomendasi perijinan Wiup Pertambangan bukan Logam yang sudah diterbitkan oleh Gubernur tertanggal 16 Januari 2018,

” Kami meminta Gubernur Babel untuk mencabut Rekomendasi perijinan Wiup Pertambangan bukan Logam yang sudah diterbitkan, karena lokasi yang bakal ditambang itu adalah Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak,” pinta Yopi Anggota LSM dari Bangka Selatan pada Selasa (24/4/2018).

Senada dengan Yopi, LSM Gebrak Babel melalui Sekretarisnya Heriyanto juga meminta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk membatalkan Surat Rekomendasi yang telah ditanda tangani karena Lokasi yang bakal ditambang itu tidak sesuai dengan ijin yang telah dikeluarkan,

” Kami lihat kemarin Alat Alat Berat berupa Beko dan Tracktor dan juga Truk-Truk PT Dua Karya Sukses sudah berada dilokasi dimana lokasi itu merupakan Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak dan kami juga mendapat info bahwa perusahaan ini diduga belum mendapatkan ijin pelayaran serta ijin Dermaga, jadi kami melalui Gebrak Babel meminta kepada Gubernur untuk membatalkan surat Rekomendasi yang sudah ditanda tangan tersebut,” ungkap Heriyanto pada Rabu (25/4/2018)

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan S Ag mengatakan bahwa perusahaan yang akan menambang Pasir Kwarsa itu mempunyai Ijin Rekomendasi ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan mengenai alat-alat beratnya itu menurut Marwan hanya numpang parkir di Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak dan sudah diperintahkan untuk pergi,

“Waalaikum salam.. polhut kita kemaren sdh turun kesitu dan memeriksa kelengkapan nya..mereka punya izin penambangan dari  dinas esdm dan izin nya diluar kawasan..mereka cuma numpang parkir alat berat di sekitar kawasan dan sdh diminta oleh polhut kita untuk di pindahkan diluar kawasan…sampai dengan kemaren saya dapat laporan mereka belum beraktifitas…baru persiapan penambangan ..demikian bung info sementara dari saya..kalau ada info lagi tlng info saya tks,” tulis Marwan S Ag.

Sedangkan Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Suranto sangat disayangkan sampai saat ini belum bersedia dikonfirmasikan terkait keluarnya Surat Rekomendasi dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terkait Tambang Pasir di Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak, Suranto beralasan sedang Dinas Luar,

” Maaf saya sedang di Jakarta,” tulis Suranto melalui pesan Whats App pada Rabu (25/4/2018).

Diketahui sebelumnya menurut informasi dari masyarakat Tobolai bahwa bakal adanya aktifitas penambangan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak Toboali Bangka Selatan setelah benerapa Alat Berat berupa Beko dan Traktor serta Truck-Truck Besar sudah terpantau pada Selasa (24/04/2018), berada di Lokasi Kawasan Hutan Lindung Gunung Namak Toboali, padahal kawasan itu merupakan kawasan yang mesti dilindungi dari aktifitas apapun termasuk aktifitas Penambangan sesuai Undang Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. (jl)

 1,033 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *