Aksi 64, Jari 98 : Kasihan Masyarakat Terjebak Provokasi

  • Share

 

images (8)

 

 

Jakarta –  Ketua Presidium Jaringan Aktivis 98 (Jari 98) Willy Prakarsa mensinyalir ada muatan politik Aksi Bela Islam bertajuk “Tangkap dan Penjarakan Sukmawati si Penista Agama” Jumat (6/4/2018).

 

Pasalnya, Budayawati Sukmawati Soekarno Putri telah meminta maaf didepan publik bahkan bertandang dan langsung bertemu dengan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin guna mengklarifikasi soal puisi berjudul Ibu Indonesia yang menjadi polemik tersebut.

 

“Islam adalah agama Rahmatanlilalamin (Agama yang menebar Kasih Sayang untuk Seluruh Alam). Tidak ada ajaran Kebencian dan Permusuhan dalam agama Islam, sekali lagi tidak ada,” kata Willy, hari ini.

 

 

Willy juga menyayangkan adanya pihak yang memperlihatkan kemarahannya didepan publik. Padahal sebagai umat manusia semua harus memiliki rasa kasih sayang kepada sesama dan memiliki kerendahan hati untuk bisa mengampuni orang yang bersalah. Apalagi orang yang dinilai bersalah dalam hal ini Sukmawati telah menyatakan permohonan maaf di depan publik.

 

“Kasihan masyarakat terjebak akibat provokasi dan tersulut amarahnya karena tak tahu apa yang sedang didramtis ini. Karena patut diduga keras aksi 64 ini bertujuan politik,” ucapnya.

 

Willy menambahkan, sejatinya persoalan bangsa yang dianugerahi beraneka ragam ini dapat diselesaikan apabila mengedepankan rasa persaudaraan yang erat, saling menghormati, dan menghargai.

 

“Sudah saatnya para elite politik yang menjadikan Agama untuk Agenda Politik mereka pada Pemilu 2019 untuk menyadari Bahwa Agama tidak bisa dijadikan komoditas untuk kampanye kepentingan mereka, karena  Pasti Akan Gagal. Alasannya Alam Semesta tidak akan mendukung pada mereka yang berbuat tidak baik/benar. Kemudian Rakyat Indonesia saat ini adalah rakyat yang cerdas dalam memberikan penilaian terhadap seseorang,” tutupnya.

 510 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *