Polisi Akan Panggil Pemilik Kartu Perbakin yang Dibawa Pengemudi Fortuner B 1090 FCY

  • Share

IMG20180402150543-e1522666216378

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Tewa Irawan (TI) alias Eza (24) tertunduk malu dengan wajah menggunakan topeng saat Subdit Resmob merilis kasusnya. Aksinya sempat membuat heboh pengendara lain saat di tol dalam kota arah Cawang, depan RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (29/3/2019).k
Karena ingin menakut-nakuti pengendara mobil lain ia nekat mengeluarkan senpi jenis Revolver ke luar jendela.

Namun apes bagi TI, saat itu tanpa disadari ulahnya diketahui oleh Bripka Jumuanto anggota SAT PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, yang sedang melakukan patroli rutin.

“Pelaku melakukan ini untuk menakut-nakuti pengendara lain agar tidak menghalangi jalannya, saat itu mobil yang dilengkapi lampu strobo tersebut melaju dengan kencang dan ugal-ugalan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono kepada wartawan di gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Senin (2/4/2018).

Khawatir membahayakan pengemudi lain, Bripka Jumuanto yang dibantu oleh anggota PJR yang lain melakukan pengejaran dan berhasil menyetop laju kendaraan.

Kemudian bersama penyidik Resmob dibawah pimpinan Kompol Malvino Edward Yusticia melakukan penggeledahan dan didapati barang bukti, seperti : 1 pucuk senjata api jenis revolver merek S&W 14K15674, 2 butir amunisi aktif kaliber 3.8 mm, 6 butir amunisi air gun, 1 buah kartu basis shooting club nomor 01309776959 atas nama Edwin, 1 lembar surat keterangan kegunaan basis shooting club nomor 17/SKEP/KU/PJ/VII/2014 atas nama Edwin, 1 buah sarung senjata, 1 buah KTP atas nama, 1 buah SIM, 1unit mobil Fortuner Nopol B 1090 FCY warna hitam, 1 lembar tanda bukti penyitaan Laka Lantas dan satu unit HP.

“Saat ini pelaku resmi kami tetapkam tersangka, kemudian ada barang bukti juga turut kami amankan,” ungkap Argo.
Menurut Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan jika aksi nekat pelaku dilakukan secara spontan. Dan terkait kepemilikan senjata api dan kartu Perbakin, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik kartu.

“Untuk Senpi kami akan telusuri dari mana asal senjata itu, sedangkan bagi pemilik kartu Perbakin tersebut dalam waktu dekat akan kami panggil ke kantor,” tegas Ade.

Akibat perbuatannya, Pelaku TI dikenakan Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara. (Yori/Ulis)

 

 1,484 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *