Close

anggota-Komisi-III-DPR-RI-Dossy-Iskandar

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Anggota Komisi III DPR RI Dossy Iskandar Prasetyo mengatakan,  pengajuan peraperadilan adalah hak siapapun sebagai bentuk mencari kedilan.Namun, langkah praperadilan haruslah sesuai dengan prosedural yang berlaku.

“Pada dasarnya pengajuan  praperadilan  adalah hak siapa saja yangs edang dalam proses hukum yang sudah ditetapkan,” kata Dossy  kepada wartawan, Selasa(30/1/2018).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini, persoalan akan berakibat fatal apabila ada surat kuasa yang diduga palsu.

“Jika terbukti surat kuasa itu palsu, pertama ya jelas  berakibat fatal.Pihak kuasa hukum bisa berpotensi ikut berperkara hukum karena turut serta memfasilitasi kaburnya tersangka keluar negeri,” jelasnya.

Dossy mengatakan, tentunya penyidik Polda Jawa Timur tidaklah bodoh untuk mengungkap kasus ini.

“Karena akan ditelusuri, dan yang kedua mengenai kuasa hukum apakah benar memiliki surat kuasa terkait pengajuan praperadilan itukan bisa dicek.Kapan dia bertemu tersangka dan  menandatangani  surat kuasa?,” ungkapnya.

“Lihat saja apakah ada boarding pas dan manifest penerbangan keluar negeri, dan bertemu tersangka dimana?.Kalau tidak maka akan muncul pidana baru,” tutupnya.

Sebelumnya,  tandatangan Gunawan (buron) diduga kuat palsu. Namun, demikian gugatan praperadilan tetap berjalan yang masuk dalam daftar pencarian orang(DPO), dan Gunawan melakukan gugatan  ke Polri. Sedangkan, sidang pertama gugatan praperadilan dibuktika dengan debat mengenai tandatangan Gunawan Angka Widdjaja alias Jauw Ang Hauw Ming pada berita acara pemeriksaan(BAP) Gunawan  Angka Widjaja alias Jauw Ang Hauw Ming yang dibuat di dihadapan  penyidik Polda Jawa Timur.
Sehingga menjadi pokok permasalahan pada sidang pertama dimana surat kuasa tersebut dibuat untuk mengajukan gugatan praperadilan kepada Ketua PN Surabaya, yang gugatannya diajuakn pada tanggal 17  Januari 2018.

Kejanggalan tersebut  semakin diperkuat dengan keberatan dengan  keberadaan Gunawan Angka Widjaja alias Jauw Ang Hauw Ming yang sampai kini masih berada diluar negeri.

Gunawan Angka Widjaja alias Jauw Ang Hauw Ming resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan  yang tercatat dalam Nomor Polisi LP/100/I/2017/UM/Jatim tertanggal 24 Januari 2017dan laporan polisi Nomor LP/101/I/2017/UM/Jatim tertanggal 24 Januari  2017.

Laporan kedunya dibuat oleh Trisulowati alias Chin Chin selalu pemilik dari Empire Palace bersama-sama dengan suaminya.Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dengan subtansi laporan terkait  memberikan keterangan palsu yang diatur didalam Pasal 266 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP ayat 2. (Sapuji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!