Jadi Korban Penipuan, Pengacara Polisikan AIA

IMG-20180110-WA0037

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Diduga menjadi korban penipuan, seorang pengacara bernama Johnny Situwanda, SH  melaporkan Presiden Direktur  dan Senior Manager PT AIA Financial Indonesia ke sentra pelayanan kepolisian terpadu(SPKT), Polda Metro Jaya, Selasa(9/1/2018) malam.

“Kami laporkan karena permintaan pembantalan atau penutupan invetasi ditolak pihak AIA,” kata Ardy Susanto selaku kuasa hukum Jhonny Situwanda kepada wartawan, Selasa (9/1/2018) malam.

Dia menuturkan, peristiwa bermula saat korban dijanjikan untuk investasi di AIA pada tahun 2010 silam.Bahkan, untuk meyakinkan korban, terlapor menjadikan keuntungan besar sehingga membuat korban terperdaya.

“Invetasi dilakukan setelah klien kami dijanjikan bakal meraih keuntungan yang besar.Setelah termakan bujuk rayu korban menginvestasikan uangnya Rp2,3 miliar dengan lima polis,” jelasnya.

“Janjinya diatas tiga tahun sejak pertama kali investasi, keuntungan bakal diraih sebanyak 30-40 persen, dari total uang yang diinvenstasikan,” ujarnya.

Investasi berjalan dengan adanya potongan-potongan dana.Pada, tahun pertama  potongaan sebesar 50 persen diberlakukan AIA terhadap uang korban.Selanjutnya, setiap bulannya ada pemotongan sebesar Rp1 juta.

Namun, seiring wakti berjalan, AIA tidak menepati apa yang dijanjikannya.Bahkan beralasan perusahaan selalu mengalami kerugian.

“Hingga tujuh tahun klien saya invetasikan uangnya bukannya keuntungan yang diraih malah sebaliknya kerugian,” ungkapnya.

Menurutnya, kliennya sempat meminta uangnya yang sempat diinvestasikan untuk dikembalikan.Namun, permintaan itu tidak dibayar penuh hanya Rp1,5 miliar yang dikembalikan yaitu tiga polisi, sedangkan dua polisi lagi masih tertahan

“Pengembalian tiga polisi senilai Rp1,5 miliar  juga sesungguhnya tidak sesuai.Seharusnya, Rp1,9 miliar.Nanti, apabila perkara sudah masuk ke pengadilan saya juga akan  meminta ganti rugi lebih besar dari Rp400 juta, karena ibarat menyimpan yang di bank seharusnya ada bunga yang didapat,” tutupnya.

Dalam laporan polisi tercatat Nopol LP/137/I/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 9 Januari 2018.Akibatnya, pelapor dijerat dengan Pasal  8 ayat 1 hurup f, Pasal 9 huruf k dan Pasal  18 junto Pasal 62 ayat 1 junto pasal 63 huruf c dan f Undang-Undang(UU) RI Nomor 8/1999 tentang perlindungan konsumen junto Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Sapuji)

Leave a Reply