Fakta Serukan Hindari Politik Uang!

IMG-20180110-WA0021
Presiden Fakta SURPANI SULAIMAN SH, S.Sos. MSi.

 

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM –Pemilihan Kepala daerah tahun 2018. Tentunya masyarakat sudah pada cerdas untuk menentukan pemimpin daerahnya, menjadi pejabat yang mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat. visi dan misi para calon kandidat harus betul-betul diperhatikan jangan sampai nanti setelah menjadi kepala daerah tidak di jalankan visi dan misinya.

Pilkada serentak yang terjadi saat ini menandakan arogansi dan gagalnya partai politik dalam melakukan pengkaderan dan pendidikan politik terhadap masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan Banyaknya para calon kepala daerah yang Muncul secara instan dan karbitan karena, partai politik tersentralistik di pusat sehingga tidak peka persoalan didaerah dan para kandidat sangat gampang melakukan anderpas lobi politik tanpa menghormati tingkatan dalam sebuah partai.

“Untuk partai politik lebih mengedepankan pola-pola transaksional ketimbang memikirkan calon yang di sukai dan dekat dengan rakyat sehingga banyak kader yang potensial tersisih sebelum bertanding dikarenakan secara finansial tidak memadai dan partai politik mengamini para calon yang bisa memberikan mahar lebih besar dalam istilah pribahasa “Parpol panen lima tahunan,” ujar Presiden Forum pengacara kesatuan tanah air (Fakta). SURPANI SULAIMAN SH, S.Sos. MSi kepada wartawan, Rabu (10/1/2018).

Pilkada serentak ini memiliki kelemahan dari prespektik Political Education yang dimana masyarakat disuguhkan tontonan akrobatik politik seolah olah jabatan adalah segala-gala nya dan cendrung menghalalkan segala cara.

POLITICAL COS dan MANOY POLITIK sangat tipis untuk dibedakan dan dipisahkan, pada dasarnya politik uang itu bagian dr kost politik yg harus dan wajib disiapkan oleh para kandidat dalam arena pesta demokrasi.

“Sering orang mengatakan poltik uang itu seperti kentut Baunya tercium tapi wujutnya tak terlihat karna ibarat mata uang dua sisi yang berbeda tapi memiliki nilai yang sama tergantung kita melihat dari prespektif yang mana, karna ibarat sebuah pesta seberapa besar kost politik yang disuguhkan menentukan kualitas dan hasil yang dicapai,” pungkasnya.(Budi setiawan)

.

Leave a Reply