Setnov Jadi Tersangka KPK, Golkar Dalam Dilema

  • Share

150880851459ee97426979e

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Dilema Bagi Partai Golkar
Dijadikannya Setnov (Setya Novanto) sang Ketua Umum Partai Golkar sebagai tersangka dalam kasus e-KTP untuk kedua kalinya menuai pro-kontra.
Menanggapi hal tersebut mantan Wakil Ketua PBNU.

As’ad Said Ali mengatakan bahwa kasus yang terjadi pada Setnov termasuk dari hasil pengembangan perkara orang lain bukan tangkap tangan. dalam kasus semacam ini hak orang tentu bela diri di praperadilan dan untuk yang pertama Setnov menang.

“Saya lihat KPK menetapkan status tersangka untuk kedua kalinya kepada Setnov tentu dengan pertimbangan yang matang dan tidak sembarangan”, ujar As’ad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Ia menambahkan, dalam hal ini menurut hukum pihak KPK benar, sementara Setnov juga benar secara hukum.

“Tinggal bagaimana nanti hasilnya, kita lihat saja. karena dalam kasus ini ada dua versi yang berbeda. namun semakin lama prosesnya akan semakin bikin horor di masyarakat”, ungkap-nya.
Meski demikian ia berharap kepada semua pihak untuk tidak menjust Setnov pasti salah atau KPK tidak salah.

“Itu tidak boleh, langkah pemerintah sudah benar dengan Jokowi mengatakan bahwa, kalau belum ada bukti kuat jangan dijadikan tersangka, itu sudah bagus, sudah adil,” tegasnya.

artinya, langkah-langkah pemeriksaan sampai terwujudnya pengadilan (diadili) maka akan muncul public opinie yang berdampak sangat luar biasa.

Diberitakan bahwa Kapolri akan hati-hati karena banyak hati yang berbeda. Yang berpihak mengatakan Setnov benar dan juga ada yang membenarkan KPK, jadi harus hati-hati.

Akan tetapi yang harus diperhatikan, kedua belah pihak harus melihat pendapat publik karena semakin lama akan semakin banyak yang berpihak.

“Orang-orang yang punya kekuatan, tau hukum memang harus berhati-hati, dan dalam kasus ini yang terlibat banyak sekali dan untuk membuktikan ini tidak gampang”, ungkap As’ad.

Ia menambahkan, Ditengah ujian berat ini, teman-teman di Golkar agak resah karena akan berpengaruh pada pemilu yang akan datang, tetapi untuk pilkada tidak akan berpengaruh. Jika saja sampai pertengahan tahun depan tidak selesai kasian golkar. Sebab dengan kejadian ini bersalah atau tidak bersalah Setnov akan sangat mempengaruhi, dimana musuh-musuh Golkar akan mengeksploitasi.

“Semua tergantung Setnov, supaya fokus pada masalahnya, banyak juga yang menyarankan supaya Setnov reesaint,” tutupnya. (Budi)

 350 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *