Gelapkan Dana Perusahaan, WN Tiongkok Jadi Buronan Mabes Polri

  • Share
IMG-20171115-WA0060
Gelapkan dana perusahaan, Yu Jing masuk DPO Polisi.
JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM – Pihak Mabes Polri masih memburu  Yu Jing WN Tiongkok atas tuduhan telah melakukan penggelapan dana perusahan  untuk kepentingan pribadi,atas laporan yang dibuat  para pemegang saham PT. Marge Energy Source Depelovment (PT MESD). Polisi mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) karena beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik mulai awal November 2017 ini.

“As far we know, Based on Letter of Progress Report of Investigation  by Police head Quarter of Republic of Indonesia, the  investigation procesws is still ongoing and Mr Yu Jing has been stipulated as a Suspect and has been entered into the wanted List by Indonesia Police Departemen, for more details yo can askdirectly to the investogator,” kata kuasa hukum pemegang saham PT MESD Benedict Ageng,SH dari kantor kuasa hukum JLC and Associates Law Firm, Rabu (15/11/2017).

Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
“Sejauh yang kami ketahui, Berdasarkan Surat Laporan Kemajuan Investigasi oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, proses penyelidikan masih berlangsung dan Tuan Yu Jing telah ditetapkan sebagai Tersangka dan telah masuk dalam daftar yang diinginkan oleh Departemen Kepolisian Republik Indonesia , untuk lebih jelasnya anda bisa bertanya langsung ke investigator,” ujar Benedict Ageng,SH.

Mabes Polri berharap, Yu Jing untuk menyerahkan diri ke kepolisian agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk diketahui, kasus bermula  dari munculnya rekening atas nama PT MESD yang dibuat Yu Jing pribadi. Namun, tanpa sepengetahuan para pemegang saham, Yu Jing tidak mampu menjelaskan dana perusahaan senilai US$ 10.000.000 yang dipakainya. Bahkan, Yu Jing terkesan selalu menghindar, dan hingga kini belum diketahui keberadannya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Muslim  Ayub menegaskan, setia WNA yang melakukan investasi untuk menghormati hukum yang berlaku di Indonesia.

“Investor siapa saja, dan seperti  apapun  bentuk kerjasamanya harus mematuhi hukum yang berlaku di negara ini,” kata Ayub, Rabu (15/11/2017).

Dia menerangkan, para investor akan dilindungi oleh Undang-Undang (UU) yang ada di Indonesia.

“Sudah seharusnya para investor yang menanamkan modalnya dilindungi juga oleh hukum, maka dalam kasus ini Mabes Polri harus melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi dan mengelurkan red notice,” pungkasnya. (sapuji)

 

 1,040 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *