Close
IMG-20171114-WA0016
Ketum Gardu BTP Drs. Amin Minhan, SH. berharap kepada untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri apalagi pemaksaan kehendak.

BANTEN, DETEKSIONLINE.COM – Perbuatan Main Hakim Sendiri yang di lakukan Masyarakat di Cikupa, Tangerang merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dan sangat terkutuk, hal ini jelas telah melampaui ketentuan hukum dan Perundang-Undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Sejauh ini pihak Kepolisi telah berhasil menangkap 3 orang terduga pelaku penganiayaan terhadap warga di Cikupa Kabupaten Tangerang. Tak hanya menelanjangi korban, para pelaku dan warga sekitar juga berusaha menganiaya pasangan yang dituduh mesum tersebut.

“Yang laki-laki kerahnya ditarik, perempuan ditarik kaos ke atas ditelanjangi, dipukuli, ditampar lalu digelandang,” ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif melalui sambungan telepon kepada wartawan, selasa (14/11/2017).

Tak sampai di situ, para pelaku juga mengajak dan memprovokasi warga lainnya untuk mendatangi lokasi kejadian dan mengabadikan korban.

Menaggapi kasus main hakim sendiri tersebut, Ketua Umum Gerakan Dukung Bersih Tegas Pintar (Gardu BTP) Drs. Amin Minhan, SH. Mengutuk keras tindakan tersebut.

“Perbuatan semacam ini jelas melanggar hukum, dan kami sangat mengutuk keras aksi yang dilakukan beberapa oknum masyarakat yang mengetuk pintu warga kemudian menarik keluar pasangan yang pacaran di rumah sendiri bahkan dikabarkan sepasang insan ini adalah kekasih yang sudah mau menikah,” kata Amin Minhan, SH dalam sambungan telepon kepada Deteksionline.com.

Lebih lanjut Amin Minhan menjelaskan,  Jika orang berpacaran di rumah sendiri pun dibuat tidak nyaman bahkan dituduh mesum diarak keliling sampai ditelanjangi, itu sudah perbuatan barbar dan ‘Melangar Hukum’

“Betapa hancurnya hati kedua pasangan tersebut dipermalukan di depan umum, kemanusiaan mereka telah tercabik-cabik oleh perbuatan persekusi yang dilakukan beberapa oknum warga di Tangerang,” jelasnya.

Menurutnya para pelakunya harus dihukum seberat-beratnya, agar aksi-aksi serupa tidak terjadi lagi di masyarakat.

Dan tak lupa ia menghimbau kepada pihak Kapolri dan institusinya untuk cepat dan tanggap dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dari aksi bar-bar tersebut.

“Polri harus lebih respek dan reaktif atas semua aduan dari masyarakat, agar perlindungan hukum dapat terasa hingga seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya. (Budi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!