Abaikan Perlindungan Konsumen, Allianz Utama Dipolisikan Nasabah

  • Share
IMG-20171011-WA0017
Pengacara nasabah Allianz, Alvin Lim saat memberikan konferensi pers kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Setelah PT Asuransi Allianz Life berperkara dengan Hukum, kini giliranĀ  PT Asuransi Allianz Utama yang dilaporkan ke polisi oleh nasabahnya, seorang pemilik Toko Sony Vaio Pekanbaru, Riau, Mariana atas dugaan pidana perlindungan konsumen.

Alvin Lim selaku pengacara Mariana menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat Toko Sony Vaio milik kliennya yang dibobol maling pada tanggal 30 November 2010 , 18 April 2011 dan 23 April 2011 silam. Atas kerugian itu, Mariana mengajukkan klaim ke Allianz Utama.

“Perlu kami jelaskan bahwa klien saya ini merupakan nasabah setia Allianz. Udah hampir 10 tahun dia memakai Allianz,” ucapnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/10/17) kemarin.

Saat mengajukan klaim, Alvin menjelaskan, pihak PT Asuransi Allianz Utama mempersulitnya dan sempat ditolak dengan alasan adanya klausal warranty, juga nilai klaim kedua dan ketiga didiskon secara sepihak oleh Allianz hingga 70 persen.

“Dengan alasan insufficient and inaccuracy data dan alasan hanya ingin dibayarkan 21 laptop sesuai dengan pengakuan si pencuri, yang mana alasan-alasan tersebut tidak sesuai dengan keterangan buku polis dan penjelasan agen ketika pertama kali menawarkan produk asuransi kepada korban,” ujarnya.

Tak puas dengan keputusan itu, Mariana sempat mengajukan gugatan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Mariana pun menang dan pihak BPSK memerintahkan Allianz membayar ganti rugi sejumlah 2,8 Milyar beserta bunga berjalan dan membatalkan klausal warranty yang dinilai majelis tidak sah dan melanggar hukum.

Meksi begitu, hingga saat ini PT Asuransi Allianz Utama selalu mangkir dan beberapa kali pertemuan dengan lawyer Allianz tidak pernah tercapai kesepakatan. Selain itu, klaim ganti rugi juga tidak pernah dibayarkan sehingga Mariana yang merasa dirugikan melaporkan perkara pidana ini ke Mabes Polri.

“Allianz perlu dicabut ijin usahanya apabila terbukti bersalah karena keangkuhan Allianz yang kerap mempermainkan nasabah agar menjadi efek jera bagi Allianz,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Mariana melaporkan para petinggi yaitu Direktur PT Asuransi Allianz Utama Wiyono Kurniawan Sutioso, Chief Sales Officer PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Inkes Lukman dan Head of Claims Management PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Maria Agnes ke Bareskrim Polri.

Laporan sendiri telah diterima dengan nomor LP/1027/X/2017/Bareskrim, tanggal 9 oktober 2017. Ketiganya dilaporkan atas perkara dugaan tindak pidana penjualan produk tidak sesuai dengan keterangan atau etiket sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 (f), 18 (g) Jo 62 dan 63 (f) Undang-undang No. 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Laporan Pidana ini menegaskan bahwa ada sistem dan prosedur yang salah dalam penanganan klaim Allianz baik Allianz Life maupun Allianz Utama. Karena korban kecurian 3 kali, Allianz lagi-lagi menganggap klaim tidak wajar dan mencurigai korban mengambil keuntungan. Padahal pencuri juga sudah tertangkap dan mengaku selain toko korban mereka membobol 12 toko lainnya. Sudah jatuh ketimpa tangga, lalu digilas mobil oleh Allianz. Itulah kekecewaan yang dirasakan oleh korban,” kata Alvin. (YR)

 978 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *