Tertipu Bisnis Token Listrik, Puluhan Korban Desak Polisi Tangkap Dirut PT MGI

  • Share
IMG-20171005-WA0047
Puluhan korban penipuan token listrik mendesak Polisi segera tangkap Dirut PT MGI

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Setelah munculnya kasus dugaan penipuan invetasi bodong PT Pandawa Group. Kini kasus invetasi bodong menimpa ribuan orang sebagai korbannya. Akibatnya, Direktur PT Mione Global Indonesia(MGI)  Daeng Hidayat dilaporkan ke Bareskrim, Polri, pada Kamis (5/10/2017) atas tuduhan penipuan dan penggelapan dana milik korban. Bahkan, para korban melakukan aksi demo dengan membentangkan spanduk menuntut hak mereka dikembalikan.

“Kedatangan kami sebagai pihak kuasa hukum member untuk melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh Dirut PT MGI Daeng Hidayat,” kata Chris Sam Siwu, SH  selaku kuasa hukum salah seorang korban bernama Titin kepada wartawan di Bareskrim, Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Sam menerangkan, peristiwa bermula saat korban diminta oleh PT MGI untuk menjual token listrik, pada tahun 2016 silam Kemudian, korban sempat tertarik karena saat ini banyak masyarakat yang menggunakan meteran listrik  ulang.

“Ini adalah bisnis yang mengawali dari bisnis token listrik, dan pulsa  yang disampaikan pihak PT MGI yang menguntungkan,” jelasnya.

Untuk menjalankan aksi penipuan tersebut terlapor mengklaim jika PT MGI adalah perusahaan legal.

“Mereka mengklaim, jika perusahaannya resmi atau legal.Tetapi, informasi dari sebuah pemberitaan dimedia online bahwa perusahaan ini bodong,” ungkapnya.

“Yang pada akhirnya kami mendapatkan  informasi bahwa perusahaan ini adalah perusahaan bodong.Karena semua transaksi member, dan merchane tidak dapat dilakukan lagi,” tambahnya.

Menurut Sam, kliennya sempat menjual mobil dan rumah untuk membayar utang kepada pihaknya lain.

“Bayangkan ada 25.000 orang yang hampir seluruh Indonesia, yang telah menjadi korban dalam kasus ini.Kami berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan cara adil dan bijak,” tutupnya.

Sementara itu, Titin salah seorang korban yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil(PNS) asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah(Kalteng) mengatakan, dirinya sempat menggadaikan SK(surat keterangan) pengangkatan jabatan, dan menyerahkan uang tersebut untuk diinvestasikan kepada PT MGI.

“Saya sebagai PNS sudah menggadai SK, dan menjual mobil untuk bisa ikut bisnis investasi ini,” katanya.

Dalam laporan polisi tercatat Nopol:LP/1015/X/2017/ Bareskrim tertanggal 5 Oktober 2017 dan terlapor dituduh telah melanggar Pasal  28 ayat 1 Undang-Undang(UU) Nomor 19/2015 atas  perubahan UU Nomor 11/2008 tentang ITE dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. (Sapuji)

 895 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *