Polemik Tembakau, BNN Tual Bawa Paket Milik Jawia Rumakway ke Jakarta

  • Share
IMG-20170927-WA0028
Kemmy Betaubun.

TUAL, DETEKSIONLINE.COM – Tak terima dikatain Monyet, Kemmy Betaubun akan melaporkan salah satu staf BNN Kota Tual Ikram Sangaji ke Polres Maluku Tenggara dan BNN Pusat.

Kepada awak media Kemmy menceritakan, awalnya pihak BNN Kota Tual menyita sebuah paket di Kantor Pos Maluku Tenggara. Setelah paket dibuka ternyata isinya hanya tembakau biasa milik Jawia Rumakway.

“Namun petugas BNN berpendapat lain, mereka mengira jika paket tersebut berisi tembakau Gorila atau Hanoman. Tapi pas dilakukan uji Lab di Balai Pengwasan Obat dan Makanan (POM) Propinsi Maluku, hasilnya Negatif atau tidak terdapat kandungan narkoba,” ujar Kemy Betaubun kepada wartawan di warung Kopi Politik, Kota Tual, selasa (26/9/2017).

Lebih lanjut Kemy Betaubun mengatakan, setelah hasil dari balai BPOM di terima bukannya masalah ini di selesaikan tapi malah berujung pada surat pemanggilan terhadap Nancy Tamher dan Jawia Rumakway. Dalam surat tersebut malah memojokan kedua korban

Lantaran karena surat tersebut, pihaknya lansung menghubungi salah satu staf BNN Kota Tual Ikram Sangaji,Melalui Telephon Selulernya namun yang bersangkutan tidak bersedia menjawab. Setelah diminta klarifikasi tanpa diduga-duga staf tersebut melontarkan kata-kata penghinaan saat dirinya dan pemilik tembakau berada di ruangan seksi berantas Narkoba.

“Sebagai seorang pejabat harusnya bisa memecahkan masalah tanpa masalah. Bukannya mendinginkan suasana, eh ini malah menghina orang dengan kata-kata yang kurang pantas,” tegas Kemmy.

Kemmy menjelaskan Pasal yang di kenakan kepada pemilik paket (tembakau), tidak ada hubungannya dengan Narkotika yaitu Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Badan Narkotika. Namun ternyata PerPres tersebut menjelaskan tentang pengembangan untuk wilayah madura dan surabaya, jelas bahwa Perpres tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan Narkoba.

” PerPres Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Narkotika yang di sangkakan kepada pemilik tembakau adalah sebuah ketidak profesional penyidik BNN Kota Tual, karena PerPres tersebut menyebutkan tentang pengembangan Daerah Madura dan Surabaya bukan Narkotika” jelasnya.

Menurut surat yang dikeluarkan Balai POM sudah sangat jelas bahwa hasil Lab paket (tembakau) tersebut Negatif atau tidak mengandung unsur Narkotika.

“Jika paket (tembakau) itu tak terbukti mengandung Narkotika, lantas ada maksud apa pemiliknya dipanggil dengan berbagai Pasal seakan-akan pemiliknya itu menjadi tersangka. Ini jelas pemaksaan yang melanggar hukum,” terangnya.

Kemmy berharap agar staf BNN Kota Tual yang tidak profesional agar segera dicopot.

“Copot saja oknum pejabat yang tidak profesional, karena bisa merusak kredibilitas BNN di kota Tual,” harapnya.

 

Kepala BNN Membantah

Kepala BNN Kota Tual Addnan Tamher membantah jika barang (tembakau) yang di periksa oleh stafnya merupakan sebuah rekayasa, atau sengaja di lakukan untuk menjebak para pemilik barang tersebut.

“Untuk apa kami menjebak mereka tidak ada untungnya! lagian pemilik paket (tembakau) tersebut masih family dengan saya,” ujar Tamher kepada awak media di ruang kerjanya Rabu (27/9/2017).

IMG-20170928-WA0007
Ketua BNN kota Tual Addnan Tamher.

Menurutnya, maraknya peredaran tembakau gorila akhir-akhir ini. Sehingga patut di duga jika tembakau yang di kirim dari luar Daerah Maluku harus di periksa, karena alamat penerima barang tersebut masih berproses di Pengadilan Negeri terkait kasus Narkoba.

Dia juga membenarkan bahwa telah di lakukan pemeriksaan oleh BP.POM Propinsi Maluku dan hasilnya Negetif,namun itu baru sebatas pemeriksaan Ganja, oleh BP.POM sendiri menganjurkan untuk di lakukan pemeriksaan lanjutan di Makasar atau Jakarta sehingga dapat mendeteksi ada tidak unsur lain yang terdapat pada tembakau tersebut.

“Benar hasil pemeriksaan dari BP.POM Maluku Negetif namun oleh BP.POM dianjurkan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Makasar atau Jakarta guna memperoleh kepastian ada tidaknya unsur Narkotika di dalam tembakau tersebut,” sebutnya

Adnan menambahkan berdasarkan surat dari BP.POM, tembakau yang telah diamankan oleh pihak BNN belum bisa di kembalikan kepada pemiliknya sampai ada hasil pemeriksaan lanjutan.

“Mengenai surat pemanggilan, kami (BNN) tidak pernah bermaksud untuk mentersangkakan pemilik paket. Namun hanya ingin di mintai keterangannya, jika memang terbukti bersalah sudah dari awal kami tangkap dan tahan,” ungkapnya.

Ditanya terkait Perpres Nomor 23 Tahun 2009 dan dugaan adanya kata-kata penghinaan terhadap salah seorang kerabat pemilik tembakau.

“Kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan tersebut semoga kedepannya tidak terjadi lagi hal semacam itu,” (FP#Jecko)

 2,223 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *