KA Rupbasan Babel: Sesuai Regulasi BB yang Sudah Disita Harus Disimpan di Rupbasan

  • Share

IMG-20170824-WA0005

BANGKA, AMUNISINEWS.COM– Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang ,Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Joko Surono mengatakan Setiap barang bukti yang telah disita oleh penyidik ataupun jaksa untuk di proses ke tahap berikutnya, seharusnya disimpan di Rupbasan.

Hal ini dilakukan karena diatur dalam KUHP Pasal 44, Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Acara Hukum Pidana Pasal 29 sampai dengan dan Pasal 32, Inpres No. 10 Tahun 2016 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017.

Dan Peraturan Bersama Kepolisian RI, Jaksa Agung RI, Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Mahkamah Agung RI, Menteri Keuangan RI tentang Sinkronisasi Ketatalaksanaan Sistem Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara Tahun 2011 (pasal 16). Oleh karena itu, Instansi terkait (Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung,) harus menginformasikan kuantitas dan kualitas Basan dan/ atau Baran kepada pihak Rupbasan untuk dilaporkan kepada Menteri Hukum dan HAM RI.

” Hal ini sesuai dengan prosedur dan Surat Keputusan bersama, seharusnya apabila tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan ataupun Pengadilan barang bukti sekecil apapun harus disimpan di Rupbasan ataupun minimal melaporkan untuk diregistrasi, ” ungkap Joko kepada wartawan, Rabu(23/08/2017).

Lanjut Joko lagi, penerapan regulasi ini harus dilakukan agar bisa saling menjaga nama baik institusi pemerintah agar jangan sampai gara gara perbuatan oknum nakal semuanya diterpa isu yang tidak sedap.

Kemudian joko mengungkapkan tidak semua barang bukti yang sudah diproses telah dititipkan ke rubasan, namun disimpan digudang masing masing institusi terkait.

” Hubungan kita dengan seluruh stakeholder baik, hanya saja dikarenakan sesuatu hal seperti faktor jarak, transportasi dan kapasitas penyimpanan membuat barang bukti yang prosesnya sudah jalan tidak dititipkan disini,” ungkapnya.

Selanjutnya Joko juga menyebutkan selain hal tersebut faktor penyebab tidak dititipkannya barang bukti yang sudah disita disebakan oleh kekurangannya personel dari masing masing institusi.

” Kekurangan personel juga bisa jadi penyebab, namun kami juga sering bersilahturahmi langsung ataupun mengirimkan surat untuk berkoordinasi menanyakan status barang bukti yang perkaranya dalam proses berjalan, ” ungkapnya.

Joko tambahkan,  semoga hubungan antara rupbasan pangkalpinang dengan stakeholder terkait dapat menjadi semakin lebih baik sehingga lebih mudah bekoordinasi terkait tanggung jawab masing masing intitusi pemerintah.

” Untuk mengatasi permasalahan tempat penyimpanan barang sitaan dalam waktu dekat rupbasan akan membangun kantor dan gudamg baru agar bisa menampung barang sitaan yang ada, ” pungkasnya..(boy/man)

 459 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *